Kampiunnews | Jakarta – Pemerintah lewat Keputusan Presiden Nomor: 19 Tahun 2023 telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional.
Hari Kebaya Nasional adalah peringatan yang ditetapkan untuk menghargai kebaya, busana tradisional Indonesia yang khas. Kebaya merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia dan sering dipakai dalam berbagai acara resmi maupun non-resmi.
Perempuan Indonesia Maju (PIM) merupakan salah satu organisasi perempuan yang turut berperan mendorong penetapan Hari Kebaya Nasional mendapat undangan Kongres wanita Indonesia (KOWANI) untuk mempersiapkan panitia peringatan Hari Kebaya Nasional Pertama tanggal 24 Juli 2024.
“Iya betul PIM sebagai organisasi yang tergabung dalam Tim Nasional Kebaya Indonesia (TimNas Kebaya) yang mengajukan Hari Kebaya Nasional telah menghadiri undangan KOWANI, dalam rangka Mempersiapkan Hari Kebaya Nasional Pertama pada Tgl 24 Juli 2023 nanti,” ujar Lana T.Koentjoro Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang juga Ketua Timnas Kebaya Indonesia.
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) merupakan organisasi perempuan tertua dan terbesar yang mewadahi 103 organisasi lingkup nasional yang lahir pada saat kongres perempuan Indonesia pertama di Yogjakarta tanggal 22 Desember 1928. Pemerintah melalui Keputusan Presiden RI nomor 316 tanggal 16 Desember 1959 menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Lana menjelaskan perayaan Hari Kebaya Nasional yang pertama tentunya akan sangat menarik, biasanya perayaan semacam ini dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti pemakaian kebaya secara massal, pameran kebaya, pertunjukan busana, seminar tentang kebudayaan, dan lain-lain.

Sebagai sebuah tradisi perayaan kebudayaan, peringatan Hari Kebaya Nasional menurut Lana T.Koentjoro memiliki beberapa nilai dan dampak yang positif, seperti, Pelestarian Budaya, Pendidikan Budaya, Penghargaan Terhadap Tenaga Kerja, Penguatan Identitas Nasional.
Miranti Serad dari Pertiwi Indonesia yang juga Wakil Ketua Timnas Kabaya Nasional, mengatakan, peringatan Hari Kebaya Nasional membantu dalam mempromosikan dan melestarikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Ini penting untuk mempertahankan identitas budaya yang khas di tengah arus globalisasi.
Miranti ingin sesuai semangat pelestarian menjadikan kebaya sebagai busana yang melekat dengan kehidupan kita; kebaya itu hidup dan menghidupi karena pada prinsipnya kehadiran kebaya itu hidup ditengah masyarakat dan juga menghidupi ekonomi disekitarnya.
Masyarakat dapat belajar lebih banyak tentang sejarah, makna, dan keragaman kebaya dalam budaya Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kekayaan budaya bangsa.
“Peringatan Hari Kebaya Nasional juga bisa menjadi kesempatan untuk menghargai para perajin kebaya dan tenaga kerja di sektor tekstil yang terlibat dalam pembuatan kebaya. Ini memberikan pengakuan atas keterampilan dan kontribusi mereka dalam menjaga tradisi budaya hidup. Acara semacam ini dapat memperkuat rasa identitas nasional di antara masyarakat Indonesia dengan memperkuat pengakuan terhadap simbol-simbol budaya yang unik dan khas bagi bangsa tersebut,” ungkap Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. Ketua Umum KOWANI.
Namun, peringatan semacam ini juga harus diiringi dengan upaya konkret untuk menjaga kelestarian kebaya dan mendukung industri kreatif yang terkait dengannya. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa peringatan ini melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, agar kebudayaan tradisional seperti kebaya dapat terus diteruskan dan dihargai dalam generasi mendatang, timpal Tuti Roosdiono Ketua Dewan Pembina Timnas Kebaya Indonesia dan Ketua Umum Kebaya Foundation.






