Kampiunnews | Tangerang – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo dan Menteri BUMN Erick Thohir menyambut kepulangan para atlet peraih medali emas Olimpiade 2024 Paris di Gedung VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (13/8) malam.
Raut wajah Menpora Dito tampak terharu saat menyaksikan kedatangan Veddriq Leonardo, peraih emas di cabang olahraga (cabor) panjat tebing dan Rizki Juniansyah, peraih medali emas angkat besi. Bersama keduanya, tiba pula para atlet panjat tebing lainnya yaitu Rahmad Adi Mulyono, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiah Sallsabilah, serta lifter Nurul Akmal.
“Alhamdulillah ini hasil yang sesuai target. Memang dari awal tim pakar dari Kemenpora berhitung, kita memiliki peluang besar di bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing,” tutur Menpora kepada awak media.
Sebagaimana tradisi terdahulu, Kemenpora bakal menggelar arak-arakan para peraih medali emas. Apalagi kali ini Indonesia kembali meraih dua medali emas, pencapaian yang terakhir kali diraih 32 tahun silam di Olimpiade 1992 Barcelona dari bulu tangkis masing-masing oleh Alan Budikusuma dan Susi Susanti.
“Insyaallah pasti akan kami adakan. Tanggal 15 Agustus insyaallah diterima Bapak Presiden sekaligus melakukan arak-arakan,” sebut Menpora Dito.
Erick Thohir mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang terlibat dalam persiapan Olimpiade meliputi Menpora Dito, para pengurus cabor, chef de mission (CdM), dan tentunya para atlet berikut pelatihnya masing-masing.
“Saya terus meyakini prestasi hari ini bisa lebih baik lagi ke depan. Karena yang menarik, ketika selama ini kita tergantung di satu cabor, hari ini tiba-tiba Indonesia dapat dua emas dari dua cabor yang berbeda. Bukan tidak mungkin kita harus menambah emas lagi ke depan,” urai Erick yang melakukan pengalungan bunga kepada para atlet.
CdM Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2024 Paris Anindya Bakrie mengisahkan bagaimana penantian tim hingga para atlet Indonesia akhirnya berhasil mempersembahkan emas untuk Merah Putih. Apalagi tuntutan masyarakat Indonesia untuk medali emas demikian tinggi.
“Jadi deg-degan, tetapi jangan pernah berhenti percaya dan berdoa. Apalagi melihat orang tua dan keluarga para atlet juga mendoakan, baik di sana ataupun tanah air,” kenang CdM.
“Seperti yang Bapak Jokowi sampaikan, jangan pernah berhenti kalau tujuannya untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya. Tentunya ucapan selamat untuk Veddriq dan Rizki yang telah memberikan medali emas untuk Indonesia,” sambungnya.
Menurut CdM Anindya, keikutsertaan Olimpiade ini adalah olahraga beregu. Sehingga kesuksesannya merupakan hasil kerja sama pihak-pihak terkait meliputi Kemenpora, IOC, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta para pengurus cabor.
Bonus Rp6 Miliar, Veddriq dan Rizki Fokus Bangun Olahraga di Tanah Air
Senyum semringah tampak pada wajah Veddriq Leonardo dan Rizki Juniansyah. Bagaimana tidak, bonus uang tunai Rp6 miliar sudah pasti bakal mereka terima berkat keberhasilan mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2024 Paris.
Veddriq meraih emas di cabang olahraga (cabor) panjat tebing sedangkan Rizki Juniansyah pada angkat besi. Yang membanggakan, baik Veddriq maupun Rizki, keduanya sepakat bakal menggunakan bonus tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.
“Uangnya akan saya manfaatkan untuk yang membangun olahraga panjat tebing, khususnya di daerah saya,” tutur Veddriq dalam konferensi pers di Gedung VVIP, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (13/8) malam.
“Sebagian akan saya persembahkan buat orang tua saya, kemudian kalau ada sisanya saya simpan atau saya investasikan,” sambung pria 27 tahun asal Kalimantan Barat itu.
Veddriq mengaku senang mampu mempersembahkan emas perdana bagi Kontingen Indonesia di Olimpiade 2024 Paris. Diakui memang ada sedikit tekanan untuk mendapatkan emas. Namun tekanan itu dianggapnya sebagai salah satu pemantik movitasinya untuk berprestasi.
“Karena kita punya ekspektasi yang tinggi untuk meraih prestasi di Olimpiade dan itu juga sebagai salah satu pemantik motivasi saya. Alhamdulillah bisa membawa emas buat indonesia, menjadi peraih medali emas pertama,” ujar Veddriq yang di babak final menaklukkan wakil Tiongkok Wu Peng dengan catatan waktu 4.75 detik.
Sementara Rizki Juniansyah mengatakan, bonus yang didapatkannya bakal dimanfaatkan untuk membangun dan renovasi sasana latih angkat besi di Banten yang telah membentuknya menjadi lifter saat ini.
“Ya memang saya terlahir dari situ, waktu kecil saya dirawat dan dilatih di situ dan alhamdulillah saya mendapatkan medali emas ini berawal dari situ,” kenang pemuda 21 tahun ini.
Pun begitu, Rizki merencanakan untuk menabung sebagian dari bonus yang didapatkannya tersebut.
“Insyaallah bonus yang terbaik ini dari Indonesia buat saya, saya akan mempergunakan untuk yang bermanfaat pastinya,” tegasnya.
Rizki menyatakan, medali emas pertama Indonesia di cabor angkat besi ini dipersembahkannya untuk negara tercinta. Dirinya mengaku tidak menyangka bisa mencetak sejarah baru yang bagi olahraga angkat besi di Tanah Air menyumbangkan medali emas setelah bertahun-tahun lamanya.
“Ke depannya saya akan mempertahankan medali emas ini, untuk angkat besi dan Indonesia,” tegas Rizki yang bertanding di nomor 73 kilogram putra.
Turut hadir dalam penyambutan ini Komite Eksekutif KOI Jadi Rajagukguk, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid dan Sekjen Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Djoko Pramono.
Hadir mendampingi Menpora Dito yaitu Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono dan Staf Khusus Menpora Bidang Peningkatan Prestasi dan Pengembangan Industri Olahraga Ardima Rama Putra






