Kampiunnews I Jakarta – Penggiat Budidaya Lobster Nusantara (PBLN) dan Asosiasi Lobster Vietnam (Vietnam Lobster Association) duduk bersama membahas rantai pasok lobster hingga teknologi budidaya yang efektif di kedua negara.
Pembahasan kedua asosiasi ini berlangsung dalam acara bertajuk Forum on Policies and Laws to Promote the Economic, Trade and Investment Cooperation, ini digelar di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2023).
Dijelaskan Ketua PBLN Khoiri S, pihak Vietnam mengaku kekurangan pasokan benih bening lobster (BBL) sejak Indonesia menutup ekspor BBL. “Jadi permintaan mereka, kalau bisa menjalin hubungan kerja sama dalam hal perdagangan lobster (BBL),” kata Khoiri.
Maka dari itu, Vietnam juga berkomitmen untuk membagi teknologi budidaya BBL yang mereka lakukan. Sebab hingga saat ini Indonesia belum bisa melakukan budidaya lobster sebaik Vietnam. “Harapan dari kita, bisa transfer knowledge karena mereka budidaya mereka lebih canggih,” kata Khoiri.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, PBLN juga hadir dalam pertemuan dengan Vietnam Seaculture Association (VSA) atau Asosiasi Budaya Laut Vietnam di Vietnam. PBLN hadir atas undangan dari KBRI Vietnam yang juga mengikuti forum tersebut.
“Saat ini Vietnam kekurangan baby lobster (BBL) dan petaninya tersiksa karena tidak bisa kerja dan kurangnya produksi lobster mereka,” kata Dr. Yudh
Dosen di Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Lampung (Unila) ini sebelumnya kerap melakukan penelitian terkait BBL di Indonesia. Dia menyebut,






