Kampiunnews|Jakarta – Manajemen Persija Jakarta membuat kejutan besar menjelang bergulirnya musim baru. Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut resmi menunjuk mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), sebagai juru taktik baru mereka untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun ke depan. Shin Tae-yong hadir untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Mauricio Souza. Bagi publik sepak bola tanah air, STY jelas bukan sosok asing. Ia memiliki rekam jejak panjang setelah menukangi Tim Nasional Indonesia selama lima tahun penuh, terhitung sejak tahun 2020 hingga 2025.
“Semoga pilihan kita ini menjadi titik balik untuk masa depan Persija,” ujar Presiden Klub Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, dalam sesi jumpa pers pengenalan STY yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada hari Senin.
Dalam keterangannya, Prapanca membeberkan bahwa pembicaraan awal untuk mendatangkan STY sudah berjalan cukup lama. Manajemen Macan Kemayoran mulai bergerak aktif saat kompetisi BRI Super League musim lalu menyisakan 10 pekan terakhir.
Langkah senyap ini diambil setelah Persija yang saat itu sedang bersaing ketat di jalur perebutan juara justru mengalami tren negatif. Skuad Macan Kemayoran sempat terjebak dalam tiga laga beruntun tanpa kemenangan.
Rentetan hasil minor tersebut meliputi dua kali hasil imbang saat berhadapan dengan Borneo FC (2-2) dan Dewa United (1-1), serta satu kekalahan tipis 2-3 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Kegagalan meraih poin penuh di fase-fase krusial tersebut akhirnya membuat Persija harus puas mengakhiri musim di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Mereka terpaut delapan angka dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara, serta Borneo FC yang mengamankan posisi runner-up.
Prapanca menegaskan bahwa pergantian kursi kepelatihan ini murni demi penyegaran dan ambisi besar klub ke depan. Ia tetap mengapresiasi kinerja tim pelatih sebelumnya yang sudah bekerja keras di musim lalu.
“Pelatih kita saat itu, coach Mauricio, sudah memberikan yang terbaik. Namun, kami di manajemen memiliki target yang jauh lebih tinggi ke depannya,” tegas Prapanca.
Kini, tantangan besar berada di pundak Shin Tae-yong. Selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia, meski belum berhasil mempersembahkan trofi juara, STY terbukti sukses membawa skuad Garuda mencapai berbagai pencapaian dan level permainan yang luar biasa di kancah internasional. Pengalaman dan kedisiplinannya diharapkan mampu membawa Persija Jakarta kembali merajai kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Respons Shin Tae-yong Terkait Target Juara Persija
Menanggapi target tinggi yang dibebankan oleh manajemen Macan Kemayoran, Shin Tae-yong menyambutnya dengan optimisme tinggi. Juru taktik berusia 57 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk memberikan prestasi terbaik sekaligus mengembalikan gairah sepak bola menyerang yang menghibur bagi para pendukung setia klub.
“Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik. Dan akan berusaha semaksimal mungkin agar para fans Persija Jakarta ingin melihat atau menonton kembali permainan Persija Jakarta,” ujar STY dalam jumpa pers resmi perkenalannya di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada hari Senin.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menambahkan bahwa kedekatan personal dan soliditas tim menjadi kunci utama untuk merajai kompetisi nasional. “Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja bisa di posisi yang terbaik di Indonesia,” imbuhnya.
Pengalaman menukangi Tim Nasional Indonesia selama lima tahun dan menetap di ibu kota ternyata menjadi alasan kuat di balik keputusan STY menerima pinangan Persija Jakarta. Ia mengaku sudah sangat familiar dengan kultur sepak bola dan atmosfer stadion di Jakarta.
“Sebelumnya memang melatih timnas Indonesia selama 5 tahun, jadi sangat mengenal dengan main di stadion Jakarta, GBK dan JIS. Jadi saya paling kenal mungkin dengan tim Persija. Dan waktu itu saya merasakan juga tim Persija Jakarta itu tim terbaik di Indonesia,” ungkap pelatih kelahiran Yeongdeok tersebut.
Meski mengakui peta persaingan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia semakin ketat dengan kekuatan tim-tim rival yang merata, STY mengaku tertantang setelah melakukan pembicaraan mendalam dengan manajemen klub.
“Memang banyak tim yang bagus ya di Super League Indonesia, seperti Persib, Persija, Borneo, Bali United. Tetapi dengan adanya meeting dengan pihak Persija, jadi ingin menantang di Super League Indonesia. Mau itu secara prestasi, sistem, dan ingin membantu juga, dan ingin mengembangkan lebih lagi untuk perkembangan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.






