Kampiunnews|Kupang – Dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap Kontingen Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang mendapat apresiasi dari peserta dan orang tua. Dukungan tersebut dinilai bukan hanya membantu kelancaran keberangkatan hingga kepulangan, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar mandiri, disiplin, tangguh dan mampu bekerja sama.
Apresiasi itu disampaikan salah seorang peserta, Gisela Agustav, dalam acara penerimaan Kontingen Jambore Daerah X dan Jambore Nasional XII Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang di Hotel Kristal, Selasa (1/9) malam.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendukung kami dari keberangkatan sampai kembali ke Kota Kupang,” ujar Gisela.
Menurutnya, pengalaman mengikuti Jambore menjadi pembelajaran berharga karena para peserta dapat bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah sekaligus belajar tentang kemandirian, disiplin, kerja sama dan ketangguhan.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua peserta, Jia Djawas. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.
“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih dan bangga. Anak-anak pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo hadir langsung menyambut kepulangan kontingen sekaligus makan malam bersama peserta. Ia menegaskan dukungan Pemkot terhadap Pramuka diberikan sejak persiapan, keberangkatan hingga kepulangan.
“Rasa-rasanya ini dukungan Pemkot yang paling full tahun ini. Mau pergi kita lepas dengan makan bersama, pulang kita sambut dan makan bersama lagi,” ujar Christian.
Perhatian tersebut juga ditunjukkan melalui keputusan Wali Kota memberangkatkan seluruh 48 peserta yang mengikuti proses seleksi, meskipun kuota awal hanya 32 orang.
Christian mengatakan keputusan itu diambil agar seluruh anak yang telah mengikuti proses seleksi dan menunjukkan semangat mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui Jambore.
Selain itu, ia memberikan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta bagi peserta Jambore Nasional XII.
Menurut Christian, Jambore harus menjadi proses pembentukan karakter, bukan sekadar kegiatan yang selesai setelah peserta kembali ke Kupang.
“Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi para peserta yang telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah.
Pramuka sebagai Investasi Karakter Generasi Muda
Christian turut mengajak peserta mengenang Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTT, Peter Manuk, yang telah berpulang. Ia menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum sekaligus mengingatkan generasi muda untuk meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan.
“Jabatan punya batas waktu, usia punya batas waktu, tetapi keteladanan tidak memiliki batas waktu,” ungkapnya.
Dukungan Pemkot Kupang terhadap Gerakan Pramuka juga diperkuat melalui alokasi anggaran Rp400 juta pada 2026, terdiri dari Rp150 juta untuk Jambore Daerah, Rp150 juta untuk Jambore Nasional dan Rp100 juta untuk operasional Kwarcab.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., M.Si., mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi pengurus, pembina dan peserta untuk terus mengembangkan gerakan kepramukaan di Kota Kupang.
Kwarcab juga merencanakan pembenahan Bumi Perkemahan Fatubena pada 2027, meliputi penataan pelataran serta penyediaan fasilitas dasar seperti air, toilet dan pagar.
Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat kegiatan Pramuka yang lebih nyaman dan representatif, tetapi juga dapat dikelola secara produktif sehingga memberi manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang.
Bagi para peserta, kepulangan dari Jambore bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menerapkan nilai-nilai yang telah diperoleh.
“Kalian pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi membawa karakter dan pengalaman. Jangan biarkan semuanya berhenti di Jambore. Bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Christian.







