Kampiunnews|Kupang – Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa melalui lingkungan pendidikan internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program studi tour internasional ke Perth, Western Australia, yang diikuti para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Keberangkatan rombongan dilepas oleh Kepala Sekolah SMP Evi Soesena Selan, S.Pd., M.M., dan Kepala Sekolah SMA Melvianus Lobo, S.Kom.
Rombongan studi tour didampingi langsung Ketua Yayasan Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, Melsiana Pelokila, dan akan mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan di Emmanuel Christian Community School, Perth, Western Australia.
Bagi Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, studi tour tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun motivasi belajar, memperkaya pengalaman, sekaligus memperkenalkan siswa pada budaya belajar, budaya kerja, kedisiplinan masyarakat dan perkembangan teknologi di lingkungan pendidikan internasional.
Ketua Yayasan Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, Melsiana Pelokila, menegaskan bahwa pengalaman internasional merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Melsiana, siswa tidak cukup hanya mendapatkan pengetahuan melalui buku dan pembelajaran di dalam kelas. Mereka juga perlu melihat, mengalami dan membandingkan secara langsung bagaimana sistem pendidikan serta kehidupan masyarakat di negara lain berjalan.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mendukung siswa agar mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih luas. Mereka tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga melihat langsung budaya belajar, budaya kerja, kedisiplinan dan perkembangan teknologi yang nantinya dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan sesuai konteks di daerah kita,” ujar Melsiana Pelokila.
Selama berada di Perth, para siswa akan belajar bersama dan mengikuti sejumlah kegiatan sekolah di Emmanuel Christian Community School.
Sekolah tersebut merupakan sister school dari Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan internasional sekaligus membangun relasi dan wawasan lintas budaya.
“Anak-anak harus memiliki pengalaman internasional. Mereka perlu melihat bahwa dunia pendidikan itu luas. Apa yang mereka lihat dan pelajari selama di sana dapat menjadi bekal untuk membangun cara berpikir yang lebih terbuka, disiplin dan memiliki orientasi masa depan,” tegas Melsiana Pelokila.
Ia menambahkan, studi tour tersebut harus dipandang sebagai bagian dari investasi pendidikan jangka panjang. Karena itu, kesempatan yang diberikan kepada para siswa harus dimanfaatkan secara serius, bukan sekadar sebagai perjalanan wisata.
“Ini bukan sekadar pergi ke luar negeri. Anak-anak harus pulang membawa pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan perubahan perilaku. Mereka harus mampu mengambil hal-hal positif yang mereka lihat di sana untuk menjadi inspirasi dalam kehidupan dan pembelajaran di daerah kita,” katanya.
Program studi tour ini juga mengusung tagline “Learning Today, Leading Tomorrow” atau “Belajar Hari Ini, Memimpin Esok Hari.”
Tagline tersebut menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada para siswa bahwa pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh saat ini merupakan fondasi untuk membentuk kepemimpinan di masa depan.
Melsiana menilai, generasi muda perlu dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi siswa yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, wawasan global serta keberanian untuk mengambil peran sebagai pemimpin.
“Belajar hari ini harus menjadi bekal untuk memimpin esok hari. Karena itu, setiap pengalaman yang diperoleh siswa harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan masa depan mereka,” ujarnya.
Belajar Langsung di Lingkungan Pendidikan Australia
Emmanuel Christian Community School merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari Kindy & Pre-Primary, Primary School, Secondary School, Vocational Education and Training, hingga Academic Pathway Programs UniPrep Schools.
Melalui program UniPrep Schools, Emmanuel Christian Community School juga menjalin kerja sama dengan Edith Cowan University (ECU) untuk membuka jalur persiapan menuju pendidikan tinggi bagi siswa Tahun ke-12.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman akademik yang lebih dekat dengan lingkungan perguruan tinggi. Siswa mengikuti empat unit pembelajaran, yakni Future Ready Skills, Academic Literacies, Society and Cultural Studies, serta Matematika.
Setelah menyelesaikan dan lulus dari unit-unit tersebut, siswa dapat mendaftar ke sebagian besar program sarjana di Edith Cowan University, dengan tetap mengikuti persyaratan khusus pada program studi tertentu.
Bagi Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang, kesempatan mengenal sistem pendidikan seperti ini menjadi pengalaman penting untuk membuka cakrawala berpikir siswa.
Melsiana berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan setiap kesempatan selama mengikuti studi tour dengan sebaik-baiknya.
Ia menekankan agar siswa tidak hanya melihat kemajuan yang ada di Perth, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai yang berada di balik kemajuan tersebut, seperti disiplin, tanggung jawab, budaya belajar, kemandirian, keteraturan dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan.
“Saya berharap anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Amati, pelajari dan ambil nilai positifnya. Jadikan pengalaman ini sebagai modal untuk membangun masa depan dan memberikan kontribusi bagi keluarga, sekolah, masyarakat dan daerah,” pungkas Melsiana.
Dengan demikian, studi tour internasional Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa Kupang di Perth menjadi lebih dari sekadar perjalanan pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dan yayasan membentuk generasi yang berwawasan global, berkarakter, memiliki pengalaman internasional dan siap menghadapi masa depan.
Learning Today, Leading Tomorrow — Belajar Hari Ini, Memimpin Esok Hari.







