Kampiunnews|Manggarai – Perjalanan panjang Tim Baksos GEKIRA di Flores terus berlanjut. Memasuki hari kelima, Senin (31/8/2026), Tim Baksos Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) kembali menerobos medan yang sulit menuju wilayah barat Nusa Nipa, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga tiba di Kabupaten Manggarai dan menyambangi Kecamatan Satarmese Utara.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari komitmen GEKIRA untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang terdampak bencana, termasuk masyarakat di wilayah yang secara geografis cukup sulit dijangkau.
Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi mengatakan, program Baksos GEKIRA di NTT merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami dampak bencana sekaligus menjalankan semangat kepedulian yang dicontohkan Ketua Umum Partai GERINDRA yang juga Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Ketua Umum Partai GERINDRA, Bapak Prabowo Subianto, yang adalah Presiden Indonesia, telah mencontohkan kepedulian beliau membantu warga dan daerah-daerah yang terkena bencana. Jadi kami Organisasi Sayap Partai GERINDRA tinggal mengikuti arahan Pimpinan Partai, kami dengan masif turun ke daerah bencana untuk memberikan kepedulian kepada warga yang membutuhkan,” ujar Nikson.
Tim Baksos PP GEKIRA yang dipimpin Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Pdt. Dr. Yerry Tawalujan, bersama Dewan Pimpinan Cabang Partai GERINDRA dan Pimpinan Daerah GEKIRA NTT, telah mengunjungi dan menyalurkan bantuan di sedikitnya 10 titik yang tersebar di Kabupaten Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, hingga Manggarai.
“Aksi sosial kami untuk membuktikan kepada rakyat bahwa Partai GERINDRA selalu hadir dan membantu warga yang tertimpa bencana di pelosok manapun di Indonesia,” tegas Yerry.
Pada hari kelima, bantuan diberikan kepada 40 kepala keluarga di Desa Ruang, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai.
“Hari ini kami menyalurkan paket sembako untuk empat puluh kepala keluarga di Desa Ruang, dekat Ruteng, Kabupaten Manggarai,” ujar Yerry.
Bantuan kebutuhan dasar tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang masih menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setelah beberapa hari turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak, Yerry menilai penanganan bencana Flores mulai membutuhkan langkah yang lebih terarah. Bantuan pangan dan obat-obatan tetap diperlukan, tetapi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu mulai mempercepat tahapan pemulihan.
Menurutnya, dalam dua hingga tiga pekan ke depan, perhatian harus semakin diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan pembangunan kembali rumah warga yang rusak maupun runtuh.
“Dua atau tiga minggu ke depan, pemerintah perlu masuk ke tahap berikutnya sesudah tahap bencana, yaitu tahap pemulihan infrastruktur. Warga memang masih perlukan sembako dan obat-obatan. Tetapi lebih diperlukan juga pembangunan kembali rumah-rumah warga yang rusak dan runtuh,” ungkap Yerry.
Yerry menegaskan, percepatan pemulihan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Karena itu, pendataan tingkat kerusakan rumah, fasilitas umum, akses jalan, sarana pendidikan, tempat ibadah, hingga infrastruktur dasar lainnya perlu dilakukan secara cepat dan akurat. Data tersebut menjadi dasar agar bantuan dan pembangunan kembali dapat tepat sasaran.
“Jangan sampai warga terlalu lama tinggal dalam kondisi darurat. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, harus segera ada kepastian kapan rumah mereka dibangun kembali dan kapan fasilitas yang rusak dapat digunakan lagi,” tegas Yerry.
PP GEKIRA, lanjutnya, juga berencana melanjutkan aksi kemanusiaan dengan memberikan bantuan bahan bangunan sebagai bagian dari dukungan terhadap tahap pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana Flores.
Sementara itu, Ketua PD GEKIRA NTT Melsye Pelokila terus memantau pergerakan Tim Baksos GEKIRA di lapangan. Ia bersama jajaran Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang GEKIRA di NTT turut memberikan dukungan data serta informasi mengenai lokasi-lokasi yang dinilai masih minim mendapatkan bantuan.
Melsye menilai koordinasi antara pemerintah, organisasi sosial, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan pascabencana di Flores dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Ia berharap pendataan warga terdampak dan tingkat kerusakan dapat segera diselesaikan sehingga kebutuhan masing-masing wilayah dapat dipetakan secara jelas. Dengan demikian, bantuan tidak berhenti pada kebutuhan darurat, tetapi dapat segera bergerak menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Sekali lagi saya bersama Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang GEKIRA di NTT mengapresiasi perjuangan Pendeta Yerry dan Tim Baksos PP GEKIRA. Mereka sudah menempuh perjalanan yang tidak mudah untuk menjangkau warga terdampak di berbagai wilayah Flores. Semoga bantuan ini menjadi berkat bagi warga yang terdampak gempa,” ujar Melsye.
Melsye menambahkan, percepatan proses pemulihan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan makanan dan obat-obatan, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak akan segera diperbaiki.
“Kami berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat mempercepat pendataan, penyaluran bantuan, hingga pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Jangan biarkan masyarakat terlalu lama berada dalam situasi darurat. Flores harus segera bangkit dan masyarakat harus kembali mendapatkan kehidupan yang layak,” tegas Melsye.
Ia juga menyampaikan bahwa GEKIRA NTT bersama Partai GERINDRA akan terus membantu memberikan informasi mengenai lokasi-lokasi yang membutuhkan perhatian, sehingga tim bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Salah seorang warga Desa Ruang, Zebedeus, mengaku bersyukur mendapat perhatian dan bantuan dari Tim Baksos GEKIRA.
“Kami tentu senang sekali diperhatikan oleh Partai GERINDRA. Kami doakan Partai GERINDRA tambah berkibar dan makin sukses ke depan,” ujar Zebedeus.
Perjalanan Tim Baksos GEKIRA di Flores masih akan dilanjutkan. Setelah menyentuh sejumlah wilayah di Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan akan berakhir di Labuan Bajo, GEKIRA berencana mengembangkan bantuan dari kebutuhan darurat menuju dukungan pemulihan berupa bahan bangunan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat pemulihan Flores pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat terdampak tidak berjalan sendirian dalam melewati masa sulit.
Bagi GEKIRA, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya tentang menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan suara dan kebutuhan warga terdampak dapat terus disampaikan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.







