Kampiunnews|Jakarta – Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyambut optimistis bergulirnya BRI Super League 2026/27. Menurutnya, kompetisi musim baru menjadi momentum penting bagi sepak bola profesional Indonesia untuk memasuki era yang lebih matang, baik dari sisi bisnis maupun kualitas kompetisi.
Ferry mengungkapkan rasa bahagianya karena penyelenggaraan BRI Super League 2026/27 terus menunjukkan perkembangan positif setelah sepak bola Indonesia melewati masa sulit akibat pandemi.
“Dan hari ini, syukur alhamdulillah, kita berada di ranking pertama Asia Tenggara secara bisnis. Itu merupakan satu kerja sama mutual yang sangat baik di mana kami sangat berbahagia dengan kerja sama yang terjalin dengan BRI,” ujar Ferry dalam acara seremonial kick-off BRI Super League 2026/27 di Jakarta, Selasa.
Seremonial kick-off tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/27. Kompetisi tidak hanya membawa harapan terhadap peningkatan kualitas pertandingan, tetapi juga memperkuat posisi liga sebagai bagian penting dari industri olahraga nasional.
BRI Super League 2026/27 dijadwalkan mulai bergulir pada Jumat, 4 September 2026. Dua pertandingan akan menjadi pembuka kompetisi, yakni Arema FC menghadapi Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan pukul 15.30 WIB, kemudian Bali United melawan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pukul 19.00 WIB.
Musim baru sekaligus membuka kembali persaingan antarklub untuk memperebutkan posisi terbaik di kompetisi nasional. Persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena setiap klub datang dengan target, komposisi pemain, serta ambisi berbeda.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kualitas penyelenggaraan Liga Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Menurut Erick, perkembangan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi, operator kompetisi, sponsor, klub peserta, pemegang hak siar hingga suporter.
“Kita ini negara sepak bola, artinya kita tidak mungkin membangun sepak bola secara sendiri-sendiri. Stakeholder harus jadi satu, liga harus bersih,” kata Erick.
Ia menyoroti sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki, terutama akurasi kepemimpinan wasit serta konsistensi klub dalam menghadirkan permainan terbaik.
Erick juga mencatat adanya pertumbuhan pendapatan liga dan klub dari tahun ke tahun. Karena itu, ia mendorong agar pertumbuhan industri sepak bola diikuti dengan pemerataan kekuatan antarklub.
Menurutnya, klub profesional tidak semestinya terus melihat sepak bola sebagai beban pembiayaan. Sebaliknya, klub harus mampu menjadikan kompetisi sebagai investasi jangka panjang yang menghasilkan nilai ekonomi.
“Jadi, saya selalu mendorong olahraga bukan biaya, tetapi investasi. Investasi yang menghasilkan pendapatan untuk banyak pihak. Makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak,” tegas Erick.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan fondasi bisnis klub menjadi salah satu pekerjaan penting dalam membangun kompetisi yang berkelanjutan.
Persib-Persija Jadi Salah Satu Laga Paling Dinanti
Persaingan BRI Super League 2026/27 juga akan semakin menarik perhatian ketika memasuki pekan-pekan awal. Salah satu pertandingan yang langsung menjadi sorotan adalah duel klasik Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan kedua.
Persib dijadwalkan bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 12 September 2026 untuk menghadapi Persija.
Pelatih Persib Bandung Igor Tolic menyambut antusias pertandingan tersebut. Ia menilai laga menghadapi Persija selalu memiliki atmosfer berbeda dibandingkan pertandingan lainnya.
“Itu selalu menjadi pertandingan yang spesial. Saya rasa saya pernah berada di Bekasi dua musim lalu, di Stadion Patriot. Tapi bermain di markas Persija adalah hal yang spesial bagi kami,” kata Tolic.
Pertandingan tersebut juga memiliki nilai historis. Persija terakhir kali menjamu Persib di Jakarta, tepatnya di SUGBK, pada 10 Juli 2019. Ketika itu kedua tim bermain imbang 1-1.
Setelah pertandingan tersebut, Persija belum kembali memainkan laga kandang melawan Persib di Jakarta. Pada musim sebelumnya, Persija menjamu Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
Kini, kembalinya duel kedua tim ke SUGBK diprediksi menghadirkan atmosfer panas. Puluhan ribu pendukung Persija atau Jakmania berpotensi memenuhi stadion dan memberikan tekanan besar kepada tim tamu.
Tolic menyadari tantangan tersebut. Karena itu, ia meminta para pemain Persib mempersiapkan mental agar tetap fokus dan mampu mengendalikan emosi sepanjang pertandingan.
“Kami harus bersiap secara psikologis agar tetap stabil menghadapi stadion yang penuh. Namun, kami sudah memainkan banyak pertandingan di Asia yang membantu kami melewati pertandingan-pertandingan sulit seperti ini dengan lebih mudah,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Kepercayaan diri Persib tidak hanya dibangun dari persiapan menghadapi kompetisi domestik. Maung Bandung juga memiliki pengalaman tampil di level Asia yang dapat menjadi modal menghadapi pertandingan berintensitas tinggi.
Pada musim 2026/27, Persib kembali tampil di ACL Two setelah mengalahkan Manila Digger dengan skor 1-0 pada laga play-off.
Persib kemudian tergabung di Grup E bersama Seoul FC dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam.
Pengalaman tersebut diharapkan membantu Persib menghadapi tekanan pertandingan besar di kompetisi domestik, termasuk ketika harus tampil di hadapan puluhan ribu suporter Persija.
Dengan dimulainya BRI Super League 2026/27, perhatian publik kini kembali tertuju pada persaingan klub-klub terbaik Indonesia. Selain perebutan gelar juara, kompetisi musim ini juga menjadi ujian bagi ambisi membangun liga yang semakin profesional, kompetitif, sehat secara finansial, serta mampu memberikan tontonan berkualitas bagi suporter.







