Kampiunnews|Manggarai Timur โ Memasuki hari keempat pelayanan kemanusiaan di Pulau Flores, Tim Bakti Sosial (Baksos) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) terus bergerak menjangkau masyarakat terdampak gempa, termasuk warga di wilayah pelosok yang sulit diakses.
Setelah menempuh perjalanan dari Bajawa, Kabupaten Ngada, tim Baksos PP GEKIRA berhasil menembus jalur ekstrem menuju Kecamatan Lamba Kela, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Medan berat tidak menyurutkan langkah tim untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Perjalanan menuju lokasi harus melewati jalur sempit, berliku dan menanjak di kawasan pegunungan. Memasuki wilayah Kecamatan Lamba Leda, kondisi jalan semakin menantang dengan banyak ruas jalan rusak dan berlubang.
Rute yang ditempuh tim berawal dari Bajawa, kemudian melewati wilayah Porong sebelum menyusuri jalur pegunungan menuju kawasan Lamba Kela. Jalur tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis dan infrastruktur jalan yang belum memadai.
Namun, bagi Tim Baksos GEKIRA, kesulitan perjalanan bukan alasan untuk menghentikan pelayanan. Justru, akses yang sulit menjadi alasan bagi tim untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat terdampak gempa yang berpotensi belum tersentuh bantuan.
Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, sebelumnya telah menginstruksikan Tim Baksos yang dipimpin Pdt. Dr. Yerry Tawalujan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di Flores.
“Kami telah instruksikan kepada Tim Baksos GEKIRA yang dipimpin Pdt. Yerry Tawalujan agar masuk sampai ke pelosok terpencil di Flores. Temui masyarakat yang belum pernah menerima bantuan dan sampaikan ungkapan kasih dan kepedulian dari GEKIRA,” ujar Nikson.
Instruksi tersebut diwujudkan dengan menembus wilayah pelosok Manggarai Timur. Di Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Kela, tim menyalurkan bantuan sembako kepada 50 kepala keluarga terdampak gempa.
Ketua GEKIRA Provinsi NTT, Melsye Pelokila, memberikan apresiasi atas perjuangan Tim Baksos PP GEKIRA yang terus bergerak selama hampir sepekan menjelajahi wilayah terdampak gempa Flores.
“Saya apresiasi perjuangan Tim Baksos PP GEKIRA yang sudah hampir seminggu menjelajahi daerah terdampak gempa Flores. GEKIRA hadir dan menjadi berkat bagi masyarakat Flores yang menderita akibat gempa Flores. Semoga masyarakat Flores cepat bangkit,” ujar Melsye melalui jaringan selular di Kupang.
Menurut Melsye, pelayanan kemanusiaan harus benar-benar menyentuh masyarakat yang berada di lokasi sulit dijangkau. Karena itu, langkah Tim Baksos GEKIRA menembus jalur ekstrem dinilai menjadi wujud nyata kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan pascabencana.
“Kehadiran GEKIRA jangan hanya dilihat dari bantuan yang dibawa, tetapi dari kepedulian untuk hadir bersama masyarakat di tengah situasi sulit. Mereka yang berada di pelosok dan menghadapi keterbatasan akses juga harus mendapatkan perhatian. Inilah semangat pelayanan yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Pdt. Dr. Yerry Tawalujan mengaku bersyukur dapat menembus jalur pegunungan yang menjadi salah satu tantangan perjalanan tim.
“Kami senang akhirnya dapat menaklukkan jalur off-road di pegunungan terpencil Manggarai Timur. Sebelumnya kami banyak mendengar bahwa jalur dari Porong menuju wilayah Manggarai Timur merupakan salah satu jalur tersulit di NTT. Akhirnya kami berhasil melewatinya dan berjumpa dengan masyarakat di Kecamatan Lamba Kela,” ujar Yerry.
Menurut Yerry, perjuangan melewati medan berat terbayar ketika tim dapat bertemu langsung dengan masyarakat dan menyerahkan bantuan. Baginya, pelayanan kemanusiaan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan akses.
Kepala Desa Lamba Keli, Ferdinandez Budiman, menyambut baik kedatangan Tim Baksos GEKIRA. Ia menyampaikan terima kasih karena warga desanya mendapat perhatian dan bantuan di tengah kondisi pascagempa.
“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan Tim Baksos GEKIRA dari Partai Gerindra yang mengunjungi dan memberikan bantuan untuk warga kami. Semua warga Desa Lamba Keli bersyukur dan mengucapkan terima kasih untuk GEKIRA,” ujar Ferdinandez.
Perjalanan hari keempat ini menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kemanusiaan PP GEKIRA di Flores. Dengan terus bergerak menuju wilayah-wilayah sulit, GEKIRA berupaya memastikan semangat solidaritas dan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak gempa, sekaligus menjadi dukungan moral bagi warga Flores untuk bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.







