Kampiunnews|Jakarta – Menyikapi perkembangan aksi demonstrasi yang disertai Tindakan anarkis, penjarahan dan perusakan sejumlah fasilitas pelayanan publik, Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Andi Syafrani mengeluarkan pernyataan sikap resmi kepada seluruh pengurus dan relawan LIRA di seluruh Indonesia.
Andi menegaskan larangan keras bagi jajarannya untuk terlibat dalam tindakan anarkis atau penjarahan dalam bentuk apa pun. Ia menekankan bahwa LIRA harus tetap berada di tengah rakyat, menyuarakan aspirasi mereka dengan cara yang konstruktif.
“LIRA adalah instrumen penting untuk menciptakan keseimbangan dan kepedulian, sekaligus menjadi jembatan rakyat kepada pemerintahan,” tegasnya.
Selain itu, Presiden LIRA mendorong seluruh pengurus di berbagai daerah untuk aktif mengawasi jalannya pemerintahan serta melaporkan setiap indikasi korupsi yang dilakukan pejabat publik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga Indonesia agar tetap bersih dari praktik korupsi.
Dalam pernyataannya, Andi Syafrani juga meminta Presiden Republik Indonesia untuk memastikan perlindungan terhadap rakyat, khususnya mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi.
“Bukan malah memerintahkan aparat untuk menembak rakyat,” ujarnya.
Ia menuntut pencopotan sekaligus penghukuman bagi aparat keamanan yang terbukti bertindak brutal dan melanggar hukum. Lebih jauh, Andi mendorong Presiden mengambil langkah tegas menyelesaikan akar permasalahan yang memicu kemarahan publik, yakni kesenjangan dan persoalan ekonomi.
“Presiden harus berani mengganti menteri atau pembantunya yang tidak mendukung perubahan dan perbaikan ekonomi,” tandasnya.
Menutup pernyataannya, Andi mengajak semua pihak untuk meredakan ketegangan dan menyalurkan aspirasi dengan cara damai serta tertib. Ia menegaskan komitmen LIRA mendukung penuh gerakan penyampaian aspirasi yang santun agar lahir kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada rakyat.






