Kampiunnews|Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih pada Minggu untuk mematangkan agenda transformasi industri nasional, mulai dari penguatan industri tekstil hingga pengembangan industri chip untuk sektor otomotif dan elektronik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu, menyampaikan bahwa rapat tersebut dilaksanakan di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
“Pertama, Bapak Presiden meminta penguatan industri tekstil atau garmen, salah satunya melalui revitalisasi rangkaian supply chain agar lebih efisien dan berdaya saing,” ujar Teddy.
Selain sektor tekstil, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan industri otomotif dan elektronik nasional melalui investasi dan pengembangan teknologi semikonduktor. Upaya ini diarahkan untuk membangun industri chip nasional yang diharapkan dapat menopang kebutuhan industri otomotif, digital, dan elektronik Indonesia di masa depan.
Rapat terbatas tersebut turut membahas perkembangan rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) enam titik baru proyek hilirisasi strategis dengan total nilai investasi mencapai 6 miliar dolar AS, yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa proyek hilirisasi tersebut mencakup pengembangan industri smelter aluminium dari alumina serta fasilitas smelter grade alumina (SGA) berbasis bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat. Selain itu, proyek lainnya meliputi pembangunan fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah yang saat ini telah berjalan, serta pengembangan fasilitas bioetanol dan lima fasilitas budidaya unggas.
Teddy menambahkan, Presiden Prabowo juga mematangkan rencana peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (12/1).
Rapat terbatas di Hambalang tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.





