Kampiunnews | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka untuk membahas perkembangan sektor energi nasional. Pertemuan ini fokus pada pencapaian target lifting minyak serta strategi pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor energi.
Usai rapat, Menteri Bahlil menyampaikan bahwa capaian lifting minyak nasional menunjukkan tren positif dan diproyeksikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.
“Saya baru selesai melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai lifting minyak yang insyaallah akan mencapai target APBN di 2025,” ujar Bahlil kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Selain membahas lifting minyak, rapat juga menyoroti strategi pencapaian PNBP sektor energi.
“Yang kedua adalah membahas strategi untuk PNBP yang ditargetkan oleh APBN. Insyaallah kita akan mencapai target tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah strategis terkait impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), crude oil, dan LPG dari Amerika Serikat.
“Kita akan melakukan langkah-langkah dengan memperhatikan nilai ekonominya, dan harganya harus kompetitif. Saat ini, kami sedang membuat perangkatnya,” ungkapnya.
Bahlil menjelaskan bahwa impor LPG sudah berjalan dan pemerintah tengah mengkaji peningkatan volume impor. Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan impor dari Amerika Serikat akan membantu mengurangi ketergantungan pada negara lain, termasuk dari kawasan Timur Tengah dan Asia.
“Mengurangi ketergantungan dari negara lain, iya. Terutama dari Timur Tengah dan Asia,” ujarnya.






