
Kampiunnews | Manado – Komandan Lanud SRI Manado Marsma TNI Muhammad Mujib, S.E., M.M., menjadi peserta Rapim TNI-POLRI Wilayah Sulawesi Utara TA. 2023, di Kodam XIII Merdeka Manado, Selasa (7/3/2023).
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Alfred Denny Tuejeh mengatakan Rapim TNI-Polri wilayah Sulawesi Utara ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI-Polri terpusat. Berfokus pada penekanan Bapak Presiden Joko Widodo serta pimpinan TNI-Polri. Sekaligus pada pokok-pokok kebijakan agenda strategis nasional.
“Oleh karena itu, Rapim TNI-Polri di tingkat daerah ini menjadi sangat penting untuk menyamakan visi, misi dan persepsi para pimpinan TNI-Polri di wilayah Sulawesi Utara agar kebijakan yang telah di wariskan oleh para pemimpin TNI-Polri di tingkat pusat dapat diteruskan ke satuan-satuan TNI-Polri sampai ketingkat yang terkecil di lapangan,” pesan Pangdam XIII Merdeka.
Rapim kali ini tema “TNI-Polri siap mengawal tahapan pemilu dan pilkada serentak 2024, serta mengamankan agenda nasiaonal 2023 dalam rangka mendukung peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonami untuk Inklusif dan berkelanjutan di Propinsi Sulawesi Utara,”
Kegiatan Rapim TNI-Polri di akhiri dengan giat golf bersama.
Sehari sebelumnya Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) melakukan Rakor internal guna memberikan atensi atas Rapim TNI-POLRI tahun 2023 yang telah dilangsungkan tanggal 8 Februari 2023 di Jakarta. Rakor internal Polda Sulut dihadiri Wakapolda beserta para Pejabat Utama, Kapolresta, dan Kapolres jajaran Polda Sulut, dilaksanakan di Ballroom Hotel Luwansa, Kota Manado, Senin (6/3) siang.
“Dimana dalam rapim itu, ada beberapa penekanan terutama dari Bapak Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri, dan beberapa pembicara antara lain dari KPU, Bawaslu, dan lainnya. Itulah yang kami satukan dan kami tekankan kepada seluruh Pejabat Utama, Kapolresta, dan Kapolres untuk menindaklanjuti,” kata Irjen Pol Setyo Budiyanto, di sela-sela kegiatan rakor.
Menurut mantan Kapolda NTT ini, persiapan pengamanan Pemilu 2024 khususnya di wilayah Sulut perlu diseriusi sejak awal karena didasari oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah karena Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Sulut cukup tinggi.
“Sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Bawaslu, Sulut termasuk IKP-nya cukup tinggi, dari sisi kerawanan secara politik, tinggi,” jelas Irjen Pol Setyo Budiyanto.
Selain itu, dirinya juga mendapat penjelasan dari Dirreskrimum Polda Sulut bahwa, Bawaslu memberikan penilaian tersebut dengan beberapa kriteria.
“Ada empat kriteria pokok dan kemudian di-break down lagi menjadi beberapa penilaian sehingga muncul penilaian prosentase IKP kita tinggi. Penilaian ini juga didasarkan dari pelaksanaan Pemilu tahun-tahun sebelumnya, jadi bukan saat ini saja. Permasalahan-permasalahan yang terjadi pada tahun sebelumnya itu yang kemudian dijadikan sebagai salah satu parameter untuk menentukan IKP itu menjadi tinggi,” terang Irjen Pol Setyo Budiyanto.
Pihaknya berharap, dengan diketahuinya IKP tersebut, Polda Sulut dan jajaran akan lebih siap melaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2024 mendatang.
“Harapan saya tentunya, dengan kita mengetahui bahwa IKP tinggi, menjadi konsen bagi Polda Sulut untuk semakin siap melaksanakan tugas, khususnya dalam pengamanan Pemilu 2024,” harap Irjen Pol Setyo Budiyanto.






