Kampiunnews | Rote – Semifinal Piala El Tari Memorial Cup (ETMC) 2023 pada akhirnya menyisakan empat tim yaitu PSN Ngada, Perserond Rote Ndao, Biru Muda Perkasa (BMP) Flotim dan Bintang Timur (BeTA) Atambua.
Keempat tim ini sukses melaju ke babak semifinal lewat determinasi tinggi mereka di fase grup. Namun untuk Perserond Rote Ndao, determinasi mereka kurang bagus, tim ini berhasil lolos lolos lewat jalur urutan tiga terbaik grup. Berada di grup A bersama BeTA Atambua dan Persami Maumere, Perserond lolos sebagai urutan ketiga terbaik pertama dengan mengantongi poin 6.
Terlepas dari itu, Kampiunnews ingin mengulas sedikit mengenai kekuatan empat tim yang lolos ke semifinal Piala ETMC/Kualifikasi Liga 3 NTT 2023. Lantas siapa yang terkuat?
PSN Ngada
Dalam hal performa, PSN Ngada memang menunjukkan performa yang lebih impresif dibandingkan tim lain dalam Piala ETMC/Liga 3 NTT 2023. Ini terlihat dari hasil mereka di Grup E sebagai runner up (4 poin).
Grup ini, Persebata Lembata keluar sebagai juara grup dengan mengantongi 6 poin. Sayangnya Persebata Lembata harus pulang lebih awal ke Lembata setelah menyerah ditangan Macan Batas Bintang Timur Atambua.
PSN Ngada memang patut diakui sebagai tim yang sangat kuat dalam turnamen ini. Tim ini spesialis turnamen karena tercatat sebagai tim yang paling banyak mengangkat trophy ETMC.
Meskipun mengawali langkahnya dengan kurang meyakinkan, ibarat mesin honda, pelan-pelan mereka mulai menemukan irama permainan dengan ciri khas long pass yang powerfull. Menang adu pinalti melawan Persekota Koepang di babak 16 besar. Mereka mencetak 3 gol dalam fase 8 besar melawan Perseftim Flores Timur.
Selain itu, fakta bahwa mereka hanya mengandalkan striker gaek Yoris Nono yang kerap bertarung sendirian di garis depan. Lini belakangnya tak sekokoh gunung Inerie, terlihat PSN Ngada sudah kebobolan 4 gol dalam tiga pertandingan fase grup.
Perserond Rote Ndao
Sedangkan Perserond Rote Ndao harus diakui punya performa bagus juga. Meski tidak menurunkan skuad terbaiknya saat di permalukan Persami Maumere di fase grup. Perserond mampu melakukan revans dan memulangkan Persami di babak 16 besar. Perserond diuntungkan sebagai tuan rumah.
Sebagai tuan rumah Perserond sangat menguasai lapangan C.N Dilak lapangan ke dua yang kerap menjadi home basenya, ditambah dukungan full sporter fanatiknya. Di fase 8 besar tim dengan julukan “ita esa” dengan susah payah mengalahkan Persim Manggarai dengan skor 1-0.
Perserond punya striker ganas Erkas Mbuik yang sudah mengoleksi 3 gol. Lini pertahannya juga lumayan kokoh, hanya mampu dibobol Persami Maumere. Kelemahan Perserond ada pada stamina, tim ini hanya mampu bermain 70 menit, ini terlihat saat fase 8 besar, ditambah tim ini belum pernah sekalipun tampil di lapangan Paulina Haning, Bullu (Lapangan 1) yang ukurannya memenuhi standar lapangan pada umumnya.
Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur.
BMP Flores Timur merupakan pendatang baru di ETMC/Kualifikasi Liga 3 NTT. Meskipun tim ini baru mendaftarkan diri diakhir, namun dari segi materi dihuni pemain yang sudah pernah bermain di ETMC Lembata 2022. Sebagian pemain Perseftim ada di BMP Flotim. Sama seperti PSN dan Perserond, BMP Flotim sukses meraih poin sempurna di fase 8 besar dengan menyingkirkan sesama pendatang baru BMU Alor Pantar dengan skor 2-20.
Untuk urusan gol, BMP Flotim memasukan lima gol dan hanya kemasukan dua gol. Sejauh ini, BMP Flotim memiliki determinasi terbaik kedua setelah Ngada di fase 16 besar hingga 8 besar.
Kekuatan BMP Flotim punya materi pemain dengan postur yang ideal, powerfull, punya play meker yang mampu mem-build up serangan dari lini tengah. Tim ini kelihatan seperti tim lainnya, meskipun minim persiapan, namun ada beberapa pemain yang mampu mengangkat tim.
Sayangnya andaikata BMP Flotim keluar sebagai juara ETMC Rote 2023, tim ini tidak bisa mewakili NTT tampil di Liga 3 putaran nasional, karena status klub BMP Flotim masih calon anggota PSSI.
Bintang Timur (BeTA) Atambua
Turun dengan kekuatan terbaik membuat BeTA Atambua punya performa yang menyakinkan. Mereka menghipnotis penonton saat bertemu Persami Maumere di laga pembuka dan hanya kalah tipis atas tuan rumah Perserond.
Bintang Timur Atambua awalnya dianggap sebagai kuda hitam, kini tim dengan julukan Macan Batas mulai diperhitungkan. Tampil dengan determinasi tinggi, mereka keluar sebagai runner up grup A. Fase 16 besar BeTA Atambua berhasil menyingkirkan tim Perss Soe dengan skor 2-0.
Sebagai satu-satunya tim dari daratan Timor yang tampil di fase 8 besar, BeTA Atambua berhasil memulangkan saru dari 6 tim dari Flores, Persebata Lembata.
Urusan mencetak gol, tim ini tak perlu diraguakan, 9 gol. Alberto Soares, tukang gedor BeTA Atambua mencatatkan namanya sebagai top skor dengan koleksi 6 gol jauh meninggalkan rivalnya. Kemasukan 1 gol menunjukkan tim ini punya benteng pertahanan yang kokoh.
Kelebihan BeTA Atambua mampu bermain spartan dengan dengan stamina di atas tim lainnya. Seperti yang disampaikan maneger tim Serena Francis, tim ini produk Academy Bintang Timur generasi pertama.






