Kampiunnews|Jakarta – Manado dan Kupang menjadi kota di Indonesia Timur yang paling toleran berdasarkan hasil riset SETARA Institute tentang Indeks Kota Toleran (IKT) pada tahun 2022. Kedua kota ini berada di kelompok 10 besar kota paling toleransi di Indonesia. Paparan kajian SETARA Institute tentang Indeks Kota Intoleran (IKT) disampaikan di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2023).
Kota Singkawang, Kalimantan Barat kembali menjadi kota paling toleransi di Indonesia dengan skor 6,583. Pada tahun 2021, Singkawang juga menempati posisi pertama kota paling toleran dengan skor 6,483.
Peringkat kedua dan ketiga ditempati Kota Salatiga, Jawa Tengah dan Kota Bekasi, Jawa Barat.
Objek kajian IKT adalah 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia. 4 kota yang dieliminir merupakan kota-kota administrasi di DKI Jakarta yang digabungkan menjadi 1 (satu) DKI Jakarta.

Dalam penelitiannya SETARA Institute menggunakan 4 variabel dengan 8 indikator untuk mengukur tingkat toleransi, di antaranya,
A. Regulasi Pemerintah Kota
Indikator 1: Rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya. 2: Ada tidaknya kebijakan diskriminatif.
B. Regulasi Sosial
Indikator 3: Peristiwa intoleransi. 4: Dinamika masyarakat sipil terkait isu toleransi.
C. Tindakan Pemerintah
Indikator 5: Pernyataan pejabat kunci tentang isu toleransi. 6: Tindakan nyata terkait isu toleransi.
D. Demografi Sosio-Keagamaan
Indikator 7: Heterogenitas keagamaan penduduk. 8: Inklusi sosial keagamaan.
Scoring dalam studi ini menggunakan skala hipotesis positif dengan rentang nilai 1-7, yang menggambarkan rentang gradatif dari kualitas buruk ke baik. Artinya, 1 merupakan score untuk situasi paling buruk pada masing-masing indikator, sedangkan 7 adalah score untuk situasi paling baik pada masing-masing indikator untuk mewujudkan kota toleran.
Selain itu, untuk menjamin validitas data hasil scoring, studi ini melakukan tiga teknik sekaligus; (1) triangulasi sumber, (2) hasil self-assessment pemerintah-pemerintah kota melalui kuesioner yang disebarkan, dan (3) Experts meeting series atau pertemuan serial para ahli untuk mengkonfirmasi data sementara hasil score.
Adapun Kota Manado berada diperingkat ke-8 dengan skor 5,767 dan Kota Kupang di peringkat ke-9 dengan skor 5.687. Skor Kota Kupang sedikit lebih baik dari Kota Magelangyang berada diperingkat 10 dengan skor 5.670.
Dalam paparannya SETARA Institute menempatkan Kota Singkawang diurutan pertama sebagai kota paling toleransi di Indonesia dengan skor 6.583.
Sedangkan kota intoleransi tahun 2022 diberikan kepada Kota Cilegon dengan skor 3.227 atau menempati peringkat 94. Pada tahun 2021, posisi kota intoleransi disematkan kepada kota Depok. Kini Depok setingkat lebih baik dari Kota Cilegon dengan skor 3.610.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Ismail Hasani menjelaskan temuan mereka mengenai Cilegon. Dia menyebutkan Cilegon mendapat nilai rendah pada 3 dari 4 variabel penilaian yang ditetapkan.
“Yang pertama tindakan pemerintahnya. dia bersepakat dengan masyarakat yang memiliki aspirasi politik intoleran, untuk melarang orang membangun tempat ibadah. Jadi dari sisi variabel tindakan pemerintah sudah nol,” ujar Hasani.
Dari sisi kebijakan Cilegon masih mengafirmasi atau mempedomani surat edaran di tahun 1975 tentang larangan mendirikan gereja di Kota Cilegon. Padahal edaran itu memuat instruksi untuk Kota Serang.
“Dengan dia masih mempedomani ini, dia masih meyakini produk hukum yang diskriminatif ini sebagai dasar hukum, dua variabel,” imbuhnya.
Selain dua variable diatas, variabel ketiga yakni masyarakat. SETARA menyoroti representasi masyarakat yang intoleran muncul ke ruang publik.
“Dengan tiga variabel yang masih bermasalah sampai sekarang ini, teman-teman peneliti menyimpulkan dan memberikan skor lebih rendah dari tahun lalu,” ujar Ismail.
Sementara, lanjutnya, secara skor akhir penilaian Kota Depok tidak mengalami peningkatan signifikan. Hanya saja, kota Cilegon mengalami penurunan secara skor dan posisi.
Pada tahun 2021 Depok mendapat skor 3,577, sementara tahun ini atau 2023 dengan skor 3,610. Adapun Cilegon pada tahun 2021 berada di posisi tiga terendah dengan skor akhir 4,087 dan saat ini mendapat skor akhir 3,227.
Adapun 10 kota paling toleran di Indonesia versi SETARA antara lain:
1. Singkawang, Kalimantan Barat dengan skor akhir 6,583
2. Salatiga, Jawa Tengah dengan skor akhir 6,417
3. Bekasi, Jawa Barat dengan skor akhir 6,080
4. Surakarta, Jawa Tengah dengan skor akhir 5,883
5. Kediri, Jawa Timur dengan skor akhir 5,850
6. Sukabumi, Jawa Barat dengan skor akhir 5,810
7. Semarang, Jawa Tengah dengan skor akhir 5,783
8. Manado, Sulawesi Utara dengan skor akhir 5,767
9. Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan skor akhir 5,687
10. Magelang, Jawa Tengah dengan skor akhir 5,670






