Kampiunnews | Soe – Songsong kompetisi usia dini, agenda Asprov PSSI NTT 2023-2024, Akademi Bintang Timur (BeTA) Atambua terus berbenah dalam rangka mencetak talenta muda pesepakbola NTT.
Manajemen tim berjuluk Macan Batas ini siap melakukan pembenahan dengan target ingin lebih baik posisinya dibanding sebelum masa pandemic Covid menimpa Indonesia.
Pembenahan manejemen yang dipimpin Serena Cosgrova Francis tampak mulai dirasakan hasilnya oleh Akademi yang berpusat di batas negara RI – Timor Leste.
“Untuk home base di Atambua sudah kami benahi, baik dari sisi manejemen maupun fasilitas latihan. Sudah ada dirketur dengan komposisi manejemen yang baru, begitu juga fasilitas pendukung, ada tambahkan kolam renang. Untuk pendidikan formil juga telah dibangun kesepakatan dengan SMAN 3 Atambua. Nantinya anak-anak SSB/Akademi bisa belajar di SMAN 3 Atambua,” ujar Serena saat dijumpai di lapangan Puspenmas Soe, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), NTT, Selasa (19/9).

Kehadiran Serena bersama Manejemen BeTA Atambua di kota Soe disambut antusias penggiat SSB disana.
Untuk membangkitkan sepakbola di TTS, Serena memberikan bantuan bola dan perlengkapan latihan kepada SSB Soe Generation, SSB Arsenal, SSB Mosad, SSB Bologna dan tim sepakbola putri yang tergabung di SSB tersebut. di Kota Soe belum lama ini Serena menggelar Festival Bola usia 12, 14, 16.
Disamping bertemu dengan anak-anak SSB, Serena juga melakukan pertemuan dengan Komunitas Orang tua yang tergabung di SSB Soe Generation.
“Pertemuan ini sekaligus untuk menjelaskan persiapan lounching SSB Bintang Timur Soe Generation, yang merupakan kerjasama Bintang Timur dan SSB Soe Generation. Ini salah satu cara kami membangun jaringan untuk mengorbitkan pemain muda di kelompok usia 10 hingga 23 tahun. Kepada orang tua, pengurus dan peserta SSB, kami sampaikan sistim pembinaan yang akan kami lakukan disisni, cara mendaftar sebagai peserta SSB dengan menggunakan teknologi informasi secara online,” lanjut mahasiswa University of Birmingham, United Kingdom yang sukses mengantarkan tim Bintang Timur Atambua di final ETMC/kulaifikasi Liga 3 NTT.
Akademi Bintang Timur Atambua saat ini telah membuka cabang di 2 daerah di NTT, di Kabupaten Kupang ada SSB BeTA Nekamese dan SSB BeTA Soe Generation di Soe.
Sejumlah nama hasil binaan Akademi BeTA Atambua yang sedang beredar di Liga 1 Indonesia sebut saja, Abio Soares (Arema Malang), Glend Bili, Sandro Alfons (Dewa United), Jordan Oktoserfianus Sette (Bali United).
Terbaru 5 pemain Akademi BeTA Atambua dipanggil memperkuat tim Pra PON NTT 2023, Christian FY Finanta, Glaudius E. Abi, Crespo Hale, Daffa A. Amahi, Alberto Soares. Bersama PSN Ngda, Bintang Timur Atambua menjadi tim terbanyak menyuplai pemain ke tim Pra PON NTT.
Langkah manejemen Bintang Timur mendapat apresiasi dari penggiat SSB di kota Soe, Ako Nahak. Lelaki murah senyum ini, antusias dengan terobosan yang dilakukan Serena bersama Manejemen Bintang Timur.
“Saya bagaikan ketiban duren runtuh, banyak penggiat sepakbola usia dini di TTS, koq kenapa saya yang diajak bergabung dalam payung Manejemen BeTA Atambua?,” tegas Ako usai menerima peralatan latihan di Lapangan Puspenmas, Soe.
Dirinya berjanji akan memaksimalkan kesempatan ini, dan berharap, kelak dari SSB Bintang Timur Soe Generation dapat lahir lebih banyak lagi penerus Frengky Misa yang akan mewarnai sepakbola di NTT dan tentunya nasional. Untuk diketahui, Frengky Misa merupakan pemain Timnas U 20 jebolan SSB Soe Generation.
Didukung sponsor seperti, Danone, Bank Mandiri Taspen, Kopnuspos, Nekamese Grup, membuat manajemen tim berjuluk Macan Batas ini siap melakukan pembenahan dengan target ingin lebih baik.
Setelah 9 tahun berdiri, capaian yang telah ditoreh Akademi BeTA Atambua adalah, Soeratin U 15 (finalis 2022), Tim Senior (finalis 2023) dan tentunya dijang Soeratin U 17 Ngada tidak menutup kemungkinan BeTA Atambua akan meraih kampiun sebagai catatan manis diakhir tahun 2023. Di Ajang kualifikasi Liga 3 ETMC, anak didik coach Berth Penthury dan Ovik Mau juga menyabet gelar pemain terbaik atas nama Glaudius E. Abi, dan top skor oleh Alberto Soares.






