Kampiunnews | Jakarta – PT TASPEN (Persero) mengingatkan seluruh peserta, khususnya para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara, untuk selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN. Seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan digital, oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan celah ini untuk melakukan penipuan melalui pesan singkat, telepon, dan email.
TASPEN telah menerima sejumlah laporan terkait upaya penipuan yang menargetkan data pribadi peserta, bahkan hingga membobol rekening. Modus-modus penipuan yang beredar sangat merugikan peserta. Berikut beberapa yang terpantau:
- Informasi Palsu soal Penyaluran Pensiun Hanya Lewat Kantor Pos
Berita bahwa penyaluran pensiun hanya melalui Kantor Pos adalah tidak benar. TASPEN bekerja sama dengan 44 mitra bayar, terdiri dari 43 perbankan dan 1 Kantor Pos, yang dipilih secara selektif untuk memberikan layanan terbaik dan merata. Peserta memiliki keleluasaan memilih mitra bayar sesuai kenyamanan masing-masing.
- Penipuan Bermodus Verifikasi dan Pembaruan Data
Peserta dihubungi oleh pihak yang mengaku sebagai karyawan TASPEN dan diminta memperbarui data pribadi melalui tautan yang dikirim via WhatsApp, SMS, atau email. Jika diklik, tautan tersebut mengarah ke situs palsu yang meniru aplikasi TASPEN dan merekam data seperti nomor rekening, NIP, NIK, PIN, hingga OTP.
- Janji Palsu Kenaikan Tunjangan Pensiun atau Bonus Dividen
Peserta dijanjikan kenaikan gaji pensiun, bonus tahunan, atau pembagian dividen. Pelaku meyakinkan peserta untuk mengakses tautan sebagai syarat pencairan dana. Faktanya, ini adalah upaya peretasan yang bisa menyebabkan kerugian finansial.
- Surat Tugas dan Edaran Palsu
Penipu membuat surat palsu dengan logo, kop surat, tanda tangan, bahkan barcode menyerupai surat resmi TASPEN. Surat ini disertai instruksi tertentu dengan ancaman penghentian manfaat jika tidak ditindaklanjuti.
- Modus Pengembalian Dana
TASPEN menegaskan tidak pernah meminta pengembalian dana dalam bentuk apapun dari peserta. Seluruh layanan TASPEN diberikan gratis tanpa pungutan biaya.
Direktur Utama TASPEN, Rony Hanityo Aprianto, menyatakan keprihatinannya atas maraknya kasus penipuan digital yang menyasar peserta lansia.
“Kami memahami bahwa peserta, khususnya pensiunan, sangat rentan terhadap praktik penipuan digital. Untuk itu, TASPEN memperkuat sistem keamanan, mengembangkan layanan digital yang aman, dan terus mendorong edukasi sebagai perlindungan menyeluruh terhadap hak peserta,” ujar Rony.
Sebagai langkah preventif, TASPEN mengajak peserta menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan”:
- Tahan – Analisis sebelum bertindak
Jangan langsung menanggapi pesan atau panggilan mencurigakan. Waspadai janji berlebihan, tekanan emosional, atau ajakan membuka tautan tanpa penjelasan.
- Pastikan – Verifikasi sebelum percaya
Periksa keaslian informasi melalui kanal resmi:
- Website: www.taspen.co.id
- Call Center: 1500 919
- Email: taspen@taspen.co.id
- Media Sosial: @taspen (Instagram, Twitter, Facebook)
- Laporkan – Bersama lawan penipuan
Laporkan segala bentuk penipuan kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi TASPEN.
TASPEN berkomitmen penuh dalam memberikan layanan yang aman, transparan, dan terpercaya. Perusahaan terus memperkuat keamanan sistem informasi, meningkatkan literasi digital peserta, dan memastikan seluruh inovasi layanan menjunjung tinggi perlindungan data pribadi.
Komitmen ini sejalan dengan pilar transformasi Danantara Indonesia, serta mendukung visi strategis nasional dalam Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam reformasi tata kelola dan perluasan perlindungan sosial.
TASPEN akan terus menjadi perusahaan yang andal, adaptif, dan proaktif dalam menjaga hak peserta serta berkontribusi bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.






