Kampiunnews | Jakarta – PT Pos Indonesia (Persero) dan BPJS Ketenagakerjaan telah bekerja sama melalui joint marketinguntuk meningkatkan jumlah peserta baru BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan Bukan Penerima Upah (BPU).
Kerja sama ini juga bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi iuran peserta di kantor pos yang telah berlangsung selama dua tahun
Sebagai bagian dari kerja sama joint marketing ini, hari ini dilakukan penyerahan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah meninggal dunia.
Santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan kepada tiga ahli waris pekerja yang totalnya senilai Rp 126 juta.
Semua pekerja tersebut telah mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui kantor pos.
Haris, Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya untuk mencari keuntungan bisnis.
Namun, juga memiliki misi sosial sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pos Indonesia.
“Kami melihat ini bukan hanya sebagai bisnis semata.”
“Saya juga sadar bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan banyak manfaat dari program ini,” kata Haris.
Haris mengakui bahwa masih banyak pekerja di luar sana yang belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan
Oleh karena itu, Haris dan tim Pos Indonesia berkomitmen untuk mendorong para pekerja agar mendaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan agar kesejahteraan mereka terjamin.
“Kami ingin membantu masyarakat agar mendapatkan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Haris.
“Kami melihat adanya kondisi di mana para pekerja yang meninggal tidak mendapatkan apa pun.”
“Namun, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan hanya membayar Rp 16.800, mereka bisa mendapatkan jaminan,” sambungnya.
Hal ini sejalan dengan kampanye BPJS Ketenagakerjaan yang sedang berlangsung untuk pekerja bukan penerima upah.
Kampanye tersebut dikenal dengan sebutan “Kerja Keras Bebas Cemas” dan difokuskan untuk mencapai pekerja dengan pendekatan khusus sesuai dengan profesi masing-masing.
Sehingga setiap pekerja memahami manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Haris bertekad untuk meningkatkan jumlah transaksi pendaftaran pekerja baru di PT Pos Indonesia (Persero).
Targetnya hampir tiga kali lipat, yaitu mencapai 850 ribu pekerja baru.
“Kami berkolaborasi dalam joint marketing, transaksi saat ini mencapai 250 ribu,” tutur Haris.
“Kami akan terus mendorong peningkatan transaksi dan peserta baru.”
“Kami ingin berkontribusi agar masyarakat dapat menerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya,
Sumber: berita bumn






