Kampiunnews | Ende – Pemimpin Gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus menunjuk RP Paulus Budi Kleden SVD sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende (KAE) menggantikan Mgr Vinsentius Sensi Potokota yang meninggal dunia pada 19 Nopember 2023 lalu.
Pengumuman penunjukkan Pater Budi Kleden sebagai Uskup KAE disampaikan langsung Administrator Diosesan RD Yosef Daslan Moang Kabu, Sabtu (25/5) pukul 18.00 Wita. Dia didampingi Romo Yohanes Stefanus Lando, Romo Aster. Romo Efraem, dan Romo Cyrilus Lena.
“Bapa Suci telah mengangkat Pater Paulus Budi Kleden SVD, yang saat ini menjabat sebagai Superior Jenderal Serikat Sabda Allah, sebagai Uskup Agung Metropolitan Ende yang baru,” ujar RD Daslan dalam siaran langsung di YouTube Komsos Keuskupan Agung Ende pada Sabtu, 25 Mei 2024, sekitar pukul 18.00 WITA.
Ia menjelaskan bahwa pengumuman ini disampaikan serentak pada hari ini, Sabtu, 25 Mei 2024, waktu Roma.
Pater Budi Kleden, Imam berusia 58 tahun ini merupakan kelahiran Waibalun Kabupaten Flores Timur pada 16 Nopember 1965. Saat kini dia menjabat sebagai Superior Jenderal Serikat Sabda Allah sejak 30 September 2018.

Pater Budi Kleden merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Superior General atau Pemimpin Umum SVD, yang memimpin sekitar 6.000 rohaniwan yang tersebar pada 82 negara.
Honing Sanny, tokoh diaspora NTT asal Ende, menyambut baik penunjukan Pater Budi Kleden sebagai Uskup Agung Ende.
“Pater Budi Kleden lebih dikenal sebagai penulis dan pemikir handal setelah Dr.Ignas Kleden meninggal. Pikirannya bernas dan menarik. Semoga bisa dia praktekan dalam memimpin Keuskupan Agung Ende,” tutur Honing Sanny politisi Gerindra.
Paulus Budi Kleden SVD, lahir 16 November 1965 di Waibalun, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, ia adalah Superior Jenderal Serikat Sabda Allah (SVD) sejak tahun 2018.
Bergabung sebagai novisiat pada 31 Juli 1985 di Serikat Sabda Allah (SVD) di Seminari Tinggi Ledalero, Sikka, NTT. Ia kemudian menjalani mengambil studi teologi di Universitas san Gabriel, Austria.
Pater Budi Kleden mengucapkan kaul kekalnya pada 29 September 1992 di St. Gabriel, Austria. Kleden ditahbiskan menjadi imam pada 15 Mei 1993, juga di St. Gabriel, Austria.
Usai ditahbiskan Pater Budi Kleden mendapat tugas pertama menjadi imam SVD di Swiss sejak tahun 1993 hingga 1996. Sejak tahun 1996 hingga 2000, Pater Budi Kleden melanjutkan studi doktoralnya dalam bidang teologi sistematik di Universitas Albert Ludwig, Freiburg, Jerman.
Setelah dari Swiss, Pater Budi Kleden mendapat tugas kembali ke tanah air dan ditempatkan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, Sikka, NTT sebagai pengajar sejak tahun 2001 hingga 2012.
Ia juga sempat menjadi formator di Seminari Santo Paulus sejak 2001 hingga 2005.
Pada tahun 2005, Pater Budi Kleden terpilih menjadi Admonitor Provinsial, yang ia jalani hingga tahun 2007, sebelum kemudian menjadi Wakil Superior Provinsial hingga tahun 2008.
Selain sebagai imam, Pater Budi Kleden merupakan pengamat sastra. Ia juga merupakan kritikus sosial dalam beberapa mata kuliah khusus dalam STFK Ledalero.
Ia sudah menulis lebih dari 12 judul buku dalam bidang teologi, sosial, dan filsafat. Ia juga beberapa kali menulis artikel-artikel sosial dan menjadi pembicara dalam seminar dan diskusi ilmiah publik di dalam maupun di luar negeri.






