Kampiunnews | Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka Pelatihan Kriya Rajutan Kombinasi Tenun NTT Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang, bertempat di Hotel Naka Kupang. Kegiatan ini mengangkat tema “Rajutan Kombinasi Tenun Nusa Tenggara Timur”, dan merupakan bagian dari program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata.
Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, khususnya dalam kriya berbasis warisan budaya lokal.
“Pelatihan ini bukan sekadar ruang belajar, tapi juga membuka peluang usaha baru. Kita ingin melahirkan generasi pelaku kriya yang kreatif, inovatif, dan adaptif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menggabungkan kekayaan budaya lokal dengan inovasi modern, seperti kombinasi tenun dan rajutan, agar mampu menciptakan produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.
“Motif Sepe, yang ditemukan tahun 2020, adalah warisan Kota Kupang yang bermakna dalam. Kita wajib melestarikannya dan meneruskannya ke generasi muda,” tambahnya.
Dihadiri Generasi Z dan Pelaku UMKM
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, S.E., M.A.P., melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta, terdiri atas 6 pelaku usaha ekonomi kreatif, 11 ibu rumah tangga, dan 8 generasi muda Gen Z serta milenial.
Pelatihan berlangsung selama dua hari (19–20 Juni 2025) dan mencakup satu hari materi teori serta satu hari praktik langsung. Fokus utama adalah menghasilkan produk kriya kombinasi antara rajutan dan kain tenun NTT. Tujuan utamanya adalah:
- Menciptakan wirausaha baru di sektor ekonomi kreatif,
- Mendorong inovasi produk lokal berbasis budaya,
- Memperkuat jejaring pelaku UMKM dan keterampilan digital mereka.
Wakil Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya strategi pemasaran digital dalam meningkatkan jangkauan produk lokal. Ia mendorong peserta agar aktif memanfaatkan platform seperti TikTok, Facebook Pro, Instagram, Tokopedia, dan Shopee.
“Produk bagus harus sampai ke pasar. Oleh karena itu, kemampuan digital marketing juga penting dimiliki para pelaku UMKM,” tegas Serena.
Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan, Serena juga mengumumkan rencana peluncuran Sunday Market atau SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang akan digelar pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Taman Nostalgia. Inisiatif ini merupakan ruang promosi, transaksi, dan kolaborasi langsung antara pelaku UMKM dan masyarakat.
“Pemerintah harus hadir dan mendampingi masyarakat, khususnya UMKM, agar mandiri dan berkembang,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Serena mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya.
“Gunakan kesempatan ini untuk bertanya, belajar, berjejaring, dan menggali keterampilan. Mari kita jaga budaya dan majukan ekonomi kreatif Kota Kupang bersama-sama.”
Turut hadir dalam kegiatan ini, dr. Widya Cahya Ketua Dekranasda Kota Kupang, Josefina M. D. Gheta, S.T., M.M. Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Ariantje Baun, S.E., M.Si. Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Fabiola Ratunite Owner EMT Art Shop (Narasumber), Emiliana Layutobin Owner UKM Lati (Narasumber). Serta para pelaku ekonomi kreatif lokal.






