Kampiunnews | Kupang – Penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama dalam program kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis sejak hari pertama menjabat. Dalam 100 hari pertama kepemimpinan mereka, Pemerintah Kota Kupang telah menggulirkan sejumlah inisiatif strategis dalam pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan sampah secara sistemik.
Program-program unggulan yang sedang berjalan meliputi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di tingkat kelurahan dan kecamatan, pelaksanaan program Kawasan Bebas Sampah (KBS), serta optimalisasi sistem Bank Sampah yang terintegrasi dengan peran aktif warga dan komunitas.
Sebagai bagian dari pendekatan partisipatif, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri jamuan makan malam bersama komunitas Beta Bersih di Restoran Suba Suka, Selasa malam (10/06). Pertemuan tersebut menjadi forum terbuka untuk mendiskusikan road map (peta jalan) pengelolaan sampah di Kota Kupang mulai dari tingkat rumah tangga, sekolah, hingga ke skala Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Dalam pemaparannya, Wali Kota menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan kota yang bersih dan sehat.
“Beta Bersih bukan sekadar komunitas, tetapi mitra strategis Pemkot dalam menggerakkan kesadaran kolektif warga untuk menjaga kebersihan kota. Semangat kolaboratif seperti inilah yang kita butuhkan agar Kupang bisa lebih bersih, sehat, dan layak huni,” ungkap Wali Kota Christian Widodo.
Ia juga menjelaskan bahwa strategi pengelolaan sampah Kota Kupang akan menitikberatkan pada integrasi lintas sektor, pendekatan berbasis kawasan, serta penguatan edukasi masyarakat.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang dan anggota aktif komunitas Beta Bersih. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi komunitas lingkungan sebagai mitra kerja pemerintah, bukan hanya pelengkap, dalam merancang dan mengeksekusi kebijakan publik di bidang kebersihan dan lingkungan.






