Kampiunnews | Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memimpin rapat koordinasi dengan seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Kupang di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota. Rapat ini dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan drg. Retnowati, M.Kes, serta para direktur rumah sakit dan pimpinan perangkat daerah terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, melaporkan bahwa saat ini terdapat 14 rumah sakit dan 60 klinik yang beroperasi di Kota Kupang. Ia menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan berperan sebagai regulator dalam sistem pelayanan kesehatan daerah dan telah mengembangkan aplikasi “Sisrute” untuk meningkatkan integrasi layanan rujukan. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit secara real-time melalui Google, memberikan kepastian bagi pasien dan mempercepat pelayanan kesehatan.
Retnowati menegaskan komitmen Dinas Kesehatan untuk memperbarui data secara rutin setiap hari dan mengimbau rumah sakit yang belum konsisten dalam pembaruan data agar berkomitmen demi keberhasilan sistem rujukan terpadu. Ia juga menyoroti angka kematian ibu dan bayi yang meningkat, mendorong semua pihak untuk lebih disiplin dalam pelaporan dan penanganan kasus.
Dalam arahannya, Wali Kota Kupang menekankan dua fokus utama: penguatan layanan kesehatan melalui aplikasi Si Ranap dan transformasi sistem pengelolaan sampah. Ia mengajak semua elemen untuk bergerak bersama dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Kupang lima tahun ke depan.
“Kesehatan adalah cerminan keberhasilan pemerintahan kami. Pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” ujar Wali Kota.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi aplikasi Si Ranap kepada masyarakat dan memastikan data ketersediaan kamar diperbarui setiap hari, agar masyarakat tidak kesulitan mencari kamar rawat inap.
Roadmap Pengelolaan Sampah Terintegrasi
Dalam sesi lanjutan rapat koordinasi, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memaparkan roadmap sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang telah disusun dan mulai diimplementasikan oleh Pemerintah Kota. Ia menegaskan pembentukan Satgas Penanganan Sampah, yang dipimpinnya, sebagai komitmen serius terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
“Ini adalah bentuk kerja kolaboratif. Kita tidak hanya berbicara, tetapi langsung bergerak ke tahap eksekusi,” tegasnya.
Sistem pengelolaan dimulai dari rumah tangga, di mana warga diimbau untuk memilah sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan B3. Sampah akan dibuang ke tempat sampah RT berkapasitas 660 liter, kemudian diangkut ke kontainer tingkat kelurahan sebelum diproses di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.
Wali Kota juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang berorientasi pada kebersihan, nilai ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja. TPST akan dilengkapi dengan mesin pencacah, fasilitas pengolahan pupuk, budidaya maggot, dan produksi bata ramah lingkungan. Selain itu, bank sampah daerah akan dibentuk di setiap kecamatan untuk mendukung ekonomi sirkular.
Inovasi digital juga diperkenalkan, dengan truk sampah dan kontainer yang dilengkapi GPS untuk memantau pengangkutan sampah secara real-time. Kamera CCTV akan dipasang di titik pembuangan strategis untuk meningkatkan kedisiplinan warga.
Pemkot juga mendorong pengadaan tempat sampah terpilah di fasilitas layanan kesehatan dan membentuk satgas internal untuk mengelola limbah non-medis, serta mengajak klinik-klinik kecil untuk bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan guna memastikan pengelolaan sampah yang efisien dan terintegrasi.






