Kampiunnews I Jakarta – Ketua DPP PDI-P Puan Maharani mengaku heran peserta rapat kerja nasional (Rakernas) IV PDI-P tidak ada yang tepuk tangan saat ia berpidato. Bahkan ketika Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri berpidato pun suasananya tampak biasa saja. Tidak ada sorak kayak acara 17 Agustus.
“Kok kemarin di pembukaan Rakernas. kayak acara upacara 17 Agustus, enggak ada sorak-sorai,” ujar Puan dilansir salah satu TV Swasta Sabtu (30/9) malam.
Rakernas IV PDIP mengusung tema Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat itu berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat Jumat hingga Minggu diikuti kader PDI-P seluruh Indonesia.
Puan yang berpidato pada hari kedua itu mengaku keengganan peserta untuk bertepuk tangan terjadi saat Megawati Soekarnoputri berpidato. Peserta Rakernas baru bertepuk tangan saat diminta. Itu pun kata dia tidak semarak.
Pada kesempatan itu, Ganjar juga bicara soal keberagaman pangan. Dia ingin tak ada penyeragaman makanan pokok dari Sabang sampai Merauke.
“Biarkan yang makan tiwul tetap makan tiwul dan yang makan beras juga makan beras,” ujarnya.
Diketahui penggalan isi pidato mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga diposting melalui media sosial dan bisa diakses.
Dia menambahkan, “Karena sorgum pun bisa menjadi sumber pangan. Biarkan, karena itulah sumber pangan yang sangat variatif yang kita miliki. Negara lain tidak memiliki itu, biarkan.”
Di acara yang sama, Megawati juga bicara hal serupa. Dia meminta Jokowi untuk mencegah lahan-lahan subur dialihfungsikan.
“Politik tata ruang harus memastikan lahan-lahan subur tidak boleh dialihfungsikan. Bapak Presiden, kami telah membuat peta Indonesia untuk tanah-tanah yang subur,” kata Megawati
Rakernas tersebut tidak menyinggung nama bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Informasi yang beredar, salah satu nama yang santer disebut diinternal partai berlambang banteng tersebut adalah Mahfud MD. Menkopolhukam ini namanya disebut sebagai salah satu bakal cawapres selain Khofifah Indar Parawansa dan Andika Perkasa.






