Kampiunnews I Kupang – Gereja Katolik Indonesia kembali berduka atas kepergian Uskup Emeritus Atambua Mgr Anton Pain Ratu, SVD pada Sabtu (6/1).
Kepergiannya hanya berselang empat hari setelah perayaan Hari Ulang Tahun Kelahirannya pada 2 Januari 2024 lalu.
Uskup Emeritus Anton Pain Ratu menghembuskan napas terakhir di RSUD Atambua, Kabupaten Belu pada pukul 10.15 Wita. Uskup kelahiran Flores Timur, 2 Januari 1929 ini meninggal di usia 95 tahun.
Berpulangnya Uskup Emeritus tertua di Indonesia ini hanya berselang kurang dari dua bulan setelah meninggalnya Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, pada 19 November 2023 di RS Carolus Jakarta.
Mgr. Anton Pain Ratu menjabat sebagai Uskup Atambua selama 23 tahun, terhitung sejak tahun 1984 sampai dengan mengundurkan diri pada 2 Juni 2007. Saat pensiun, usianya sudah mencapai 78 tahun.
Setelah pensiun, Mgr. Anton pindah dari Keuskupan di Laliantolu ke Komunitas SMK Bitauni, Timor Tengah Utara (TTU) sejak 7 Oktober 2007. Komunitas ini berada di Kompleks SMK Katolik St. Pius X Insana.
Pada 2 Januari 2024 lalu, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD merayakan ulang tahunnya yang ke-95. Perayaan ini diwarnai dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr di Kapela Santa Maria Bitani.
Mgr. Dominikus memuji pendahulunya itu karena pola hidup sehat yang dijalani selama bertahun-tahun. Tidak hanya itu, dia adalah uskup yang sangat spiritual.
Menurut Mgr. Dominikus, di usianya yang mendekati satu abad, Mgr. Anton Pain Ratu adalah Uskup Emeritus tertua di antara 13 Uskup Emeritus yang ada di Indonesia. Mgr. Anton juga yang paling senior di antara rekan-rekannya.
Meski usianya sudah sangat uzur, Mgr. Anton tampak terlihat sehat. Giginya masih utuh dan tetap rajin berolahraga. Hanya saja, Mgr. Anton Pain Ratu dibantu kursi roda karena sudah tidak kuat lagi berjalan.






