Kampiunnews | Jakarta – Paus Leo XIV meminta Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza lantaran situasi di daerah Palestina itu semakin mengkhawatirkan dan menyedihkan.
“Saya kembali memohon dengan sungguh-sungguh agar mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang adil dan mengakhiri permusuhan, yang harganya sangat mahal dan harus dibayar oleh anak-anak, orang tua, dan orang sakit,” kata Paus dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus dilansir Reuters, Rabu (21/5/2025).
Paus Leo yang terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik pada 8 Mei untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus, menyebut situasi di Gaza beberapa kali pada masa awal kepausannya.
Dalam pesan Minggu pertamanya pada 11 Mei, paus baru itu menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan semua sandera Israel yang ditahan oleh kelompok militan Hamas.
Israel mengatakan pada Senin, mereka akan mengizinkan bantuan masuk ke Gaza setelah blokade selama 11 minggu di daerah itu.
Tetapi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan tidak ada bantuan yang telah didistribusikan hingga hari Selasa.
Permohonan Paus Leo diajukan sehari setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pemerintahnya telah menghentikan sementara perundingan perdagangan bebas dengan Israel dan memanggil duta besar Israel untuk Inggris terkait situasi di Gaza.
Israel mengatakan pihaknya berencana untuk mengintensifkan operasi militer terhadap Hamas dan untuk menguasai seluruh Gaza, yang telah hancur oleh perang udara dan darat Israel sejak serangan lintas batas Hamas terhadap komunitas Israel pada Oktober 2023.
Israel mengatakan blokadenya ditujukan sebagian untuk mencegah militan Palestina mengalihkan dan menyita pasokan bantuan. Hamas membantah melakukan hal itu.






