Kampiunnews|Jakarta – Pemerintah melaporkan perkembangan positif terhadap kondisi fiskal nasional setelah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami penurunan signifikan pada April 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut defisit APBN kini berada di angka Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi defisit APBN pada akhir Maret 2026 yang masih mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen dari PDB. Penurunan defisit ini dinilai menjadi indikator awal membaiknya kesehatan fiskal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi sepanjang tahun anggaran 2026.
“Defisitnya tinggal Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB. Kemarin waktu keluar di bulan Maret 0,93 persen. Jadi, keadaan membaik,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa.
Defisit APBN 2026 sendiri masih berada dalam batas aman sesuai desain APBN pemerintah yang menargetkan pengelolaan fiskal tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pembangunan infrastruktur, subsidi energi, ketahanan pangan, hingga program perlindungan sosial masyarakat.
Membaiknya posisi defisit didorong oleh peningkatan pendapatan negara yang tumbuh 13,3 persen secara tahunan. Hingga April 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau sekitar 29,1 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.
Kinerja penerimaan perpajakan menjadi salah satu faktor utama penopang APBN. Pemerintah mencatat penerimaan pajak tumbuh 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara rinci, penerimaan pajak mencapai Rp646,3 triliun atau tumbuh 16,1 persen, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai meningkat 0,6 persen menjadi Rp100,6 triliun.
Pemerintah optimistis penerimaan negara akan terus meningkat pada semester kedua 2026 seiring membaiknya aktivitas ekonomi nasional dan penguatan konsumsi masyarakat. Bahkan, pemerintah menargetkan penerimaan pajak dapat tumbuh hingga 20 persen pada periode mendatang.
“Artinya, kami akan usahakan ke arah sana. Ini penerimaan pajak jelas lebih bagus dibandingkan April tahun lalu yang minus 10,8 persen,” kata Purbaya.
Selain pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 11,6 persen menjadi Rp171,3 triliun. Kondisi tersebut memperkuat optimisme pemerintah bahwa pengelolaan APBN 2026 tetap berada di jalur yang sehat dan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah berharap tren penurunan defisit APBN 2026 ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring dengan peningkatan investasi, ekspor, dan perputaran ekonomi domestik yang semakin kuat.






