Kampiunnews|Jakarta โ Perempuan tidak lagi hanya menjadi pelengkap dalam proses pembangunan, tetapi telah tampil sebagai penggerak perubahan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hingga kepemimpinan publik. Melalui kolaborasi organisasi perempuan dan pemerintah daerah, pemberdayaan perempuan diyakini mampu mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan keluarga.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc. dengan Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro, S.H., M.H., di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kota Kupang.
“Saya senang bisa bertemu Ibu Lana. Kami berdiskusi banyak hal mengenai bagaimana meningkatkan peran penting perempuan dalam berbagai bidang pembangunan,” ujar Serena.

Serena menilai keberadaan Perempuan Indonesia Maju (PIM) menjadi salah satu wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan Indonesia. Organisasi ini aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan hidup, hingga penguatan ketahanan keluarga.
Menurut Serena, kehadiran organisasi seperti PIM sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah karena mampu melahirkan perempuan-perempuan yang berdaya, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan. Tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga dalam dunia pendidikan, ekonomi, politik, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan, di balik laki-laki yang sukses terdapat perempuan yang hebat,” ungkapnya.
Sebagai Wakil Wali Kota termuda di Indonesia, Serena juga memberikan apresiasi atas kiprah Ketua Umum PIM, Lana T. Koentjoro, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Kebaya Indonesia.
Di bawah kepemimpinan Lana bersama berbagai organisasi perempuan dan komunitas kebaya, perjuangan melestarikan kebaya sebagai identitas budaya bangsa berhasil menorehkan sejarah. Kebaya kini tidak hanya memiliki Hari Kebaya Nasional, tetapi juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 4 Desember 2024 melalui pengajuan bersama lima negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Serena menambahkan, Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo bersama dirinya terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah INA KASIH, sebuah inovasi strategis Pemerintah Kota Kupang yang bertujuan membantu perempuan prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan reproduksi sekaligus menjaga martabat perempuan. Program tersebut dijalankan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang.
“Inovasi INA KASIH lahir dari empati dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi nyata yang dialami perempuan di masyarakat,” tegas Serena.
Sementara itu, Ketua Umum PIM Lana T. Koentjoro mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Pemkot Kupang memiliki kesamaan visi dengan program-program yang selama ini dikembangkan PIM.
“Banyak hal yang sudah kami lakukan. Ke depan kami berharap dapat bersinergi melalui berbagai program CSR, baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun pendidikan. Di bidang pendidikan, PIM juga telah bekerja sama dengan President University dalam pemberian beasiswa bagi generasi muda,” ujar Lana.
Lana berharap sinergi tersebut dapat segera diwujudkan melalui pembentukan kepengurusan Perempuan Indonesia Maju (PIM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur sehingga organisasi tersebut dapat berkontribusi lebih luas dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan masyarakat yang inklusif.
Ia menegaskan bahwa perempuan merupakan pilar utama dalam membangun keluarga yang tangguh. Karena itu, ketika perempuan memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi yang lebih baik, maka kualitas kehidupan keluarga maupun masyarakat akan meningkat secara berkelanjutan.
Pertemuan antara DPP Perempuan Indonesia Maju dan Wakil Wali Kota Kupang tersebut juga dihadiri Dewan Pengawas PIM Soraya Togas, yang turut mendukung penguatan kolaborasi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak pada perempuan, anak, dan ketahanan keluarga.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu mengambil peran strategis sebagai agen perubahan, penggerak ekonomi keluarga, pelestari budaya bangsa, sekaligus mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.






