Kampiunnews|Batam – BP Batam terus memperkuat kesiapan infrastruktur dasar guna menopang pertumbuhan investasi dan pengembangan industri digital. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Kamis (5/11/2026).
Proyek yang merupakan investasi Citramas Group ini menelan dana sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp600 miliar. Pembangunan SWRO Kabil direncanakan dalam dua tahap dengan total kapasitas produksi mencapai 700 liter per detik (lps).
Pada tahap pertama, fasilitas ini dibangun dengan kapasitas 300 lps dan ditargetkan mulai beroperasi pada November 2027. Selanjutnya, tahap kedua akan menambah kapasitas produksi sebesar 400 lps.
Amsakar menegaskan, pembangunan SWRO menjadi langkah penting untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi pengembangan kawasan industri, khususnya Data Centre dan kawasan terintegrasi di Kabil serta Nongsa Digital Park (NDP).
Menurutnya, kebutuhan air merupakan salah satu faktor krusial dalam mendukung keberlanjutan investasi, terutama industri pusat data yang membutuhkan pasokan air dan infrastruktur dasar secara andal.
“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.
Ia menilai, investasi SWRO tidak sekadar menghadirkan fasilitas pengolahan air, tetapi juga memperkuat kepastian infrastruktur bagi investor. Ketersediaan air yang memadai diharapkan mampu meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan tujuan investasi nasional maupun internasional.
“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.
Selama ini, kebutuhan air bersih Kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park telah didukung fasilitas embung mandiri milik Citramas Group di kawasan Kabil. Embung seluas sekitar 4 hektare tersebut mampu memasok air hingga 5.200 meter kubik per hari atau setara 60,2 lps.
Citramas juga tengah mempercepat pembangunan embung baru di kawasan Nongsa Digital Park. Pada awal 2027, kapasitas pasokan air ditargetkan meningkat menjadi 10.000 meter kubik per hari atau setara 115,74 lps. Peningkatan tersebut dilakukan melalui penambahan embung serta pemanfaatan teknologi daur ulang air limbah industri.
Sementara itu, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, mengatakan pihaknya memahami bahwa keberhasilan pengembangan industri Data Centre sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar, termasuk pasokan air, listrik, dan konektivitas internet.
Karena itu, pembangunan SWRO Kabil menjadi bagian dari strategi jangka panjang Citramas dalam menyiapkan infrastruktur pendukung pertumbuhan investasi digital di Batam.
“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael.
Ia menjelaskan, Citramas Group telah mengembangkan sistem penyediaan air bersih secara mandiri untuk kawasan Kabil dan Nongsa sejak 1992. Saat ini, produksi air mencapai 5.200 meter kubik per hari dan akan ditingkatkan secara bertahap untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan industri.
Di luar pengembangan SWRO, Citramas juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis dan instansi terkait untuk memastikan kecukupan pasokan listrik serta konektivitas internet bagi pengembangan kawasan digital.
Amsakar berharap, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur dasar terus diperkuat. Menurutnya, kesiapan pasokan air, energi, dan konektivitas menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.
Michael Wiluan turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pengembangan investasi di Batam. Ia berharap pembangunan SWRO Kabil berjalan lancar dan dapat beroperasi sesuai target pada November 2027.
Pembangunan fasilitas ini sekaligus mempertegas pentingnya sinergi pemerintah dan swasta dalam menyiapkan infrastruktur dasar. Dengan kapasitas SWRO yang direncanakan mencapai 700 lps, Batam diharapkan semakin siap menjawab tantangan kebutuhan air bersih seiring ekspansi industri digital dan investasi berskala besar.







