Kampiunnews|Jakarta – Pemerintah Kota Kupang terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Cosgrova Francis, S.Sos, M.Si. dalam 46th CityNet Executive Committee (ExCom) Meeting 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Pullman Jakarta Thamrin CBD, 3–5 November 2026.
Serena menghadiri forum internasional tersebut mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Pertemuan yang mempertemukan delegasi pemerintah kota dan kabupaten dari kawasan Asia Pasifik itu menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman, membangun kemitraan, serta membahas solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Usai mengikuti sesi terakhir pertemuan pada Kamis (5/11/2026), Serena menegaskan bahwa keikutsertaan Kota Kupang dalam forum CityNet bukan sekadar memenuhi agenda diplomasi antarkota, melainkan menjadi kesempatan untuk membuka akses kolaborasi dan menghadirkan praktik pembangunan perkotaan yang dapat diterapkan di daerah.
Menurut Serena, berbagai pengalaman dan inovasi yang dibagikan dalam forum tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur perkotaan.
Ia juga menilai, tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, keterbatasan sumber daya, perubahan iklim, dan pertumbuhan penduduk membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta jaringan kota internasional.
Serena berharap, keikutsertaan Kota Kupang dalam CityNet dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, pertukaran pengetahuan, dan peluang kemitraan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baginya, pembangunan Kota Kupang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan dan pengalaman kota-kota lain. Karena itu, jejaring internasional perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus mempercepat lahirnya inovasi dalam pembangunan.
Pertemuan tahunan tersebut mengangkat tema Driving Circular Innovation for Urban Resilience atau Mendorong Inovasi Sirkular untuk Ketahanan Perkotaan. Pembahasan difokuskan pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, pengendalian limbah, serta pengembangan solusi menghadapi tantangan pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim.
Kegiatan ini diinisiasi CityNet Chapter Indonesia (NCI) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembukaan resmi dilaksanakan Selasa (3/11/2026) oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., dengan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo.
Sejumlah tokoh jaringan perkotaan internasional turut hadir, di antaranya CEO CityNet Asia Pacific Jeong Kee Kim dari Korea Selatan dan Presiden CityNet Chapter Indonesia Caroll J.A. Senduk yang juga menjabat Wali Kota Tomohon.
CityNet Chapter Indonesia saat ini memiliki 26 anggota kota dan kabupaten. Forum tersebut juga melibatkan perwakilan enam chapter negara, yakni Filipina, India, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, dan Indonesia. Selain itu, sepuluh kota dan kabupaten yang berencana bergabung sebagai anggota baru turut mengikuti rangkaian kegiatan.
Sebelum mengikuti agenda utama, Serena Cosgrova Francis dudampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., menghadiri jamuan makan malam penyambutan (Welcome Dinner) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (3/11/2026). Acara tersebut disambut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Selama tiga hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan mencakup ExCom Meeting, Jakarta SDG Showcase & Host City Awards, Jakarta Youth SDGs, 5th SDG City Awards, serta kunjungan teknis ke sejumlah lokasi pembangunan perkotaan.
Forum juga diisi Rapat Anggota NCI yang membahas evaluasi program sepanjang 2026 sekaligus menyusun arah dan rencana kerja organisasi untuk tahun 2027.
Bagi Kota Kupang, partisipasi dalam forum ini menjadi langkah untuk memperkuat posisi daerah dalam jaringan kerja sama perkotaan Asia Pasifik. Tantangan pembangunan tidak harus dihadapi sendiri, tetapi dapat dijawab melalui pertukaran pengalaman, inovasi, dan kolaborasi lintas kota.
Melalui keterlibatan aktif dalam CityNet, Pemerintah Kota Kupang diharapkan mampu mengubah peluang kerja sama internasional menjadi program pembangunan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.







