Kampiunnews|Jakarta – Suasana ibukota Jakarta kala itu landai. Matahari yang biasanya garang, membakar kulit tidak menunjukkan teriknya. Suasananya menyejukkan seiring sapuan angin sepoi yang sesekali mengibas siapa saja yang sedang lalu lalang di sebuah pelataran air mancur di salah satu gedung pencakar langit di jantung ibu kota Jakarta. Jalan Jend Sudirman termasuk salah satu area pusat bisnis. Selain gedung perkantoran terdapat juga beberapa mall dan cafe yang sangat representasi bagi kaum borju dan penikmat kopi lainnya.
Apresiasi sebuah janji
Ritme kehidupan mulai merotasi dengan sang waktu. Dua crew media kampiun news, berpacu dalam rotasi itu. Bermula dari janji yang disampaikan Edison seorang pejabat di PT Asabri (Pesero) untuk melakukan wawancara dengan pihak Bank Woori Saudara (BWS). Ibarat sekali berlayar dua pulau terlampau. Hari yang sama crew kampiun news lainnya, bung Tio dan Abraham juga melakukan sesi wawancara dengan bos Bank Bumi Artha (BBA) di bilangan Bidaracina, Jakarta Timur. Dua bank swasta ini merupakan mitra layanan (bayar) PT. Asabri (Pesero).
Tahun 2011 Bank Woori Saudara (BWS) dipercaya sebagai salah satu mitra layanan PT Asabri (Persero). Tugas utamanya adalah membayar gaji pensiunan TNI/Polri maupun pegawai negeri sipil dilingkungan TNI/Polri dan Kemetrian Pertahanan. Menurut Direktur Konsumer, M. Tri Budiono, sebagai mitra bayar pihaknya tidak saja membayar gaji. “Kita juga memberikan pinjaman dengan suku bunga menarik alias murah yakni 11, 5 persen,” ungkap Tri Budiono Jumat pekan lalu.
Didampingi Kepala Divisi Kredit Konsumer, Nia Yuanita – Kepala Departemen Hubungan Kemitraan, Herman Wicaksono – Ayu Kadep Corcom, pria lulusan FH Universitas Cendrawasih Papua ini menjelaskan saat ini pihaknya melayani 50 ribu pensiunan. Direncanakan ada penambahan lebih dari 10 ribu. Komitmen di akhir tahun 2023.
Dengan frekuensi pelayanan sebanyak ini BWS meraih penghargaan atau reward dari Asabri. Tahun 2021, dinobatkan sebagai mitra terbaik dalam hal pelayanan. Setahun kemudian kembali mengukir prestasi. Mendapat penghargaan dengan kategori populasi pensiunan di atas 50 ribu dan high score. Nilai tertinggi.
Penghargaan yang diperolehnya buah manis dari kesabaran melayani bersama Asabri, selama 12 tahun. Benar kata para cerdik pandai. “Apa yang dipetik hari ini bukan hasil tanaman kemarin sore,”.
Melayani dengan hati
Penuturan Tri Budiono melayani para pensiunan tak ubahnya melayani para jompo. Bersungguh sungguh menyentuh kelompok ini kita semacam mendapatkan pahala. Sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan bisnis yakni melayani orang-tua yang sudah lansia. “Dan ini membahagiakan sekali. Karena perilaku mereka orang bilang seperti kembali ke anak anak. Dan ini pengalaman sekaligus kebahagiaan kita di situ di dalam hal melayani,” beber Tri Budiono.
Mendapatkan reward dari Asabri tidak serta-merta membuat BWS berpuas diri apalagi merasa berbangga. Penghargaan itu lanjut pria berpostur atletis ini justru berhasil menggugah semangat terbaik dalam melayani sekaligus cambuk dan tantangan untuk tetap berpijak pada jalur melayani sebaik baiknya. Ada begitu banyak cara kami tempuh demi kepuasan nasabah (pensiunan). Misalnya melayani di luar jam dinas. Ketika tiba-tiba seorang pensiunan tidak datang ke kantor mengambil gaji. Sudah begitu tanpa informasi pula. Atau pensiunan meninggal dunia, laporannya terlambat karena tidak ada ahli waris yang memberikan informasi.
“Kendala ini kami atasi dengan cara laporan kunjungan nasabah (LKN) untuk memastikan masalahnya. Jika pensiunan masih ada kenapa tidak ambil gaji. Atau misalnya keluar kota anaknya tidak memberikan laporan.
Tetap tenang di tengah “badai”
Setiap tanggal 1 hingga 10 dalam bulan, BWS melakukan pembayaran gaji. Dalam rantang waktu itu, pihaknya menyediakan snack bagi pensiunan yang hari itu datang ke kantor. “Kita menyediakan snack untuk tamu yang datang dan mungkin terdesak waktu, alpa sarapan,” katanya.
Bagaimana dengan pensiunan yang tidak ke kantor? “Kalau sakit, gajinya diantar ke rumah. Pelayanan seperti ini kami lakukan di luar harapan,” aku Tri Budiono seraya menambahkan berlaku untuk pensiunan yang meninggal dunia, akan diberikan kepada pensiunan terusan (ahli waris).
Jasa layanan lain misalnya memberikan santunan bagi TNI/Polri yang gugur dengan besaran antara Rp 10 juta bagi yang meninggal dunia dan Rp 5 juta bagi yang mengalami luka-luka. Nominal ini lanjut Tri atas restu PT Asabri.
Selain kewajiban membayar gaji, BWS pun memberikan pinjaman untuk bidang usaha. Realisasinya bekerjasama dengan Indomaret membuka gerai memanfaatkan lokasi milik nasabah.
Muara dari kepercayaan tersebut BWS melayani tepat waktu, tepat jumlah dan tetap orang. Lantas bagaimana dengan gonjang-ganjing yang pernah melanda internal Asabri? Menurut Tri Budiono pihaknya hanya fokus pada komitmen yang telah dipercayakan. Tugasnya melayani, melayani dan melayani. Ibarat sebuah pelayaran pasti ada ombak namun perahu tetap mendayung meski pun diterpa badai.
Eksodus ke timur
Selain menambah kantor layanan, BWS merencanakan ekspansi atau melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia bagian timur. Saat ini jumlah pensiunan yang dilayani sebanyak 57 ribu orang. Jumlah ini masih akan terus bertambah. Akhir tahun ini rencananya ada penambahan lebih dari 10 ribu. Agenda lain BWS membuka layanan kantor di mana layaknya tidak ada Asabri. Secara tempat (area) masih terbatas. BWS diserahi tugas dan kepercayaan menggantikan Asabri di wilayah yang tidak terjangkau. Untuk tugas tersebut BWS bekerjasama dengan Asabri link. “Kami menggantikan peran Asabri di wilayah-wilayah yang tidak ada Asabri untuk memberikan pelayanan,”pungkasnya.
Selain melayani wilayah yang tak terjangkau kini BWS menyasar atau melebarkan sayap bisnisnya ke bagian timur Indonesia. Pangsa pasar berikutnya antara lain kota Kupang, Mataram (Lombok) dan Denpasar-Bali.
Pewawancara : Yos Naiobe dan Frans Watu






