Kampiunnews|Jakarta – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menggugah kepedulian insan sepak bola bersama Bakrie Group.
Kepedulian itu diwujudkan melalui charity trofeo bertajuk “Aksi Nyata Untuk Indonesia” yang digelar Bakrie untuk Negeri di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Tiga tim ambil bagian, yakni Tim Bakrie, NTT All Stars & Legend Timnas, serta PSSI Pers. Pertandingan amal ini menjadi sarana menggalang donasi sekaligus mempertemukan insan sepak bola dan diaspora NTT untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Direktur Eksekutif Bakrie untuk Negeri, Aninditha Anestya Bakrie, mengatakan donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk korban gempa di NTT serta masyarakat terdampak karhutla di Kalimantan.
“Hari ini kita mengadakan soccer charity untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT dan Kalimantan. Ini merupakan aksi nyata bagi Indonesia. Ini adalah campaign kita tahun ini, campaign dari ‘Bakrie Untuk Negeri’,” ujar Aninditha.
Menurutnya, penggalangan dana melalui sepak bola merupakan bentuk kegiatan baru bagi Bakrie untuk Negeri. Namun, aksi sosial dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana sebelumnya telah dilakukan dalam berbagai bentuk.
“Kalau ini, penggalangan untuk acara dalam bentuk soccer baru sekarang. Tapi sebelumnya kita sudah melakukan penggalangan dana dan sudah juga disalurkan,” ungkapnya.
Untuk kegiatan kali ini, donasi diserahkan melalui NTT All Stars untuk diteruskan kepada masyarakat di daerah terdampak.
“Hari ini penyalurannya kita berikan langsung kepada NTT All Star, untuk langsung diberikan kepada daerah-daerah yang terkena musibah,” lanjut Aninditha.
NTT All Stars dan Legenda Timnas Bersatu
Sementara itu, Koordinator NTT All Stars, Frans Watu, menilai charity trofeo tersebut memiliki makna lebih besar daripada sekadar pertandingan sepak bola.
Semangat solidaritas semakin terasa dengan bergabungnya sejumlah legenda sepak bola Indonesia bersama NTT All Stars. Mereka di antaranya Rully Nere, Patar Tambunan, Anzhari Rangkuti, Aji Ridwan Mas, Lois Mahodin, Budi Sudarsono dan Yopi Riwu.
NTT All Stars juga diperkuat mantan pemain asal NTT yang pernah berkiprah di berbagai kompetisi, termasuk Galatama, Galakarya dan PSK Kupang.
“Kehadiran para legend Timnas menjadi bagian dari upaya menggalang dukungan melalui sepak bola untuk masyarakat yang terdampak bencana,” tutur Frans Watu.
Rully Nere menegaskan, kehadiran para legenda PSSI merupakan bentuk sumbangsih melalui sepak bola.
“Kita NTT All Star ini bergabung dengan Legend PSSI. Kebenaran mereka juga ada ikut bersama kita, untuk memberikan sumbangsih bakat dan kemampuan yang kami miliki untuk bermain dengan Tim Bakrie dan PSSI Pers,” kata Rully.
Menurut Rully, kemenangan bukan tujuan utama dalam laga amal tersebut.
“Pada prinsipnya bahwa permainan ini kita bukan cari menang, tetapi kita saling mensupport bakat, agar dapat memberikan sumbangsih bagi korban bencana alam di Flores, NTT,” pungkasnya.
Laga amal tersebut turut disaksikan Penasehat NTT All Stars Letjen TNI Gabriel Lema, Kepala Kantor Penghubung NTT Florida Taty Satyawati, S.T., serta sejumlah sesepuh dan tokoh diaspora NTT.
Gabriel mengapresiasi aksi solidaritas yang mempertemukan dunia usaha, insan sepak bola dan diaspora NTT untuk membantu korban bencana.
“Pada prinsipnya bahwa permainan ini kita bukan cari menang, tetapi kita saling mensupport dalam meringankan sedikit beban korban bencana alam di Flores, NTT,” ujar Gabriel Lema.
Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema juga menyampaikan salam dan terima kasih kepada keluarga Bakrie atas dukungan dalam aksi sosial tersebut.
“Sampaikan salam dan terima kasih kami kepada Pak Ical dan Pak Nirwan. Kita mulai dari hal yang sederhana dalam semangat solidaritas membangun bangsa dan membantu sesama yang terdampak gempa Flores,” lanjutnya.
Melalui “Aksi Nyata Untuk Indonesia”, pertandingan sepak bola menjadi ruang solidaritas untuk menggalang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana di Flores, NTT, dan Kalimantan.







