Kampiunnews | Jakarta – Bank Mandiri semakin mengukuhkan komitmennya sebagai pionir dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui beragam solusi finansial inovatif, bank ini tak hanya berperan sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai katalisator transformasi ekosistem pertanian dan UMKM yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, terutama di daerah pedesaan.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto, menegaskan bahwa sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri berkomitmen meningkatkan inklusi keuangan dengan menyediakan akses permodalan yang terjangkau. Salah satu langkah nyata adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi. Hingga 2024, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp37,5 triliun kepada lebih dari 352 ribu UMKM, dengan 29,5% di antaranya dialokasikan khusus untuk sektor pertanian. Angka ini mencerminkan peningkatan 15% dibandingkan realisasi KUR sektor pertanian pada 2023, sekaligus menjadi bukti fokus bank pada penguatan pangan nasional.
Bank Mandiri tidak hanya berhenti di pembiayaan. Melalui pembangunan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, bank ini menciptakan rantai nilai yang terintegrasi. SPBT yang dikelola PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN) ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), menghasilkan peningkatan pendapatan bagi 11.000 petani dengan total manfaat mencapai Rp12,5 miliar. Keuntungan dari SPBT dialokasikan kembali untuk kesejahteraan petani, seperti pembelian alat pertanian modern dan pelatihan teknis.
Inisiatif ini juga mendorong industrialisasi perdesaan. SPBT memastikan beras hasil petani terserap pasar dengan harga kompetitif, bahkan merambah ke pasar modern dan e-commerce. Pada 2024, Bank Mandiri berencana memperluas SPBT ke 5 provinsi baru, termasuk Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan, dengan target menjangkau 20.000 petani tambahan.
Bank Mandiri memanfaatkan teknologi untuk memperluas dampak layanannya. Platform Livin’ Merchant menjadi solusi digital bagi petani dan UMKM dalam mengelola transaksi non-tunai, pencatatan keuangan, hingga analisis bisnis. Saat ini, lebih dari 50.000 UMKM telah mengadopsi platform ini, dengan peningkatan efisiensi operasional hingga 30%.
Selain itu, kolaborasi dengan platform PaDi UMKM Kementerian BUMN telah memfasilitasi 53.000 transaksi senilai Rp285,3 juta, membuka akses pasar bagi produk lokal ke nasional. Inovasi ini diperkuat dengan peluncuran fitur Agri-FinTech terbaru di aplikasi Livin’ by Mandiri, yang memungkinkan petani mengakses informasi cuaca, harga komoditas real-time, dan pembiayaan instan berbasis data pertanian.
Bank Mandiri memahami bahwa akses modal saja tidak cukup. Melalui 78 UKM Center dan 23 Rumah BUMN, bank ini memberikan pendampingan teknis seperti manajemen usaha, pemasaran digital, dan sertifikasi ekspor. Program Wirausaha Muda Mandiri yang telah berjalan sejak 2007 juga terus berkembang, dengan 1.000 alumni yang kini menjadi pengusaha sukses di sektor agribisnis, fashion, dan teknologi.
Tahun ini, Bank Mandiri meluncurkan program khusus “Petani Go Digital”, menggandeng startup agritech seperti TaniHub dan Eratani untuk membantu petani mengadopsi teknologi IoT (Internet of Things) dalam monitoring lahan. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian hingga 40% melalui presisi irigasi dan pemupukan.
Komitmen Bank Mandiri terwujud dalam sinergi erat dengan program prioritas pemerintah, seperti Asta Cita yang fokus pada ketahanan pangan. Dalam acara panen raya bersama Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan di Ngawi, Aquarius menekankan pentingnya pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance). Bank Mandiri mengalokasikan 20% dari portofolio pembiayaan pertanian untuk proyek berkelanjutan, seperti pertanian organik dan energi terbarukan berbasis limbah pertanian.
Ke depan, Bank Mandiri akan memperkuat program “green KUR” dengan insentif suku bunga lebih rendah bagi petani yang menerapkan praktik ramah lingkungan. Bank ini juga berencana mengembangkan marketplace khusus produk pertanian bersertifikat dalam aplikasi Livin’, menghubungkan petani langsung dengan konsumen akhir.
“Dukungan kami tidak hanya tentang angka pembiayaan, tetapi membangun kemandirian ekonomi dari hulu ke hilir,” tegas Aquarius. Dengan kolaborasi multipihak, inovasi digital, dan pendekatan berkelanjutan, Bank Mandiri optimis dapat mempercepat transformasi sektor pertanian dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Melalui langkah strategis ini, Bank Mandiri tidak hanya mencatatkan diri sebagai mitra keuangan, tetapi juga sebagai pionir dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi.






