Kampiunnews | Kupang – Bintang Timur Atambua (BeTA) mencatatkan comeback dramatis dengan meraih kemenangan 3-2 atas PS Tiara Nusa Manggarai Barat, sekaligus memastikan tiket ke babak semi final Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024/2025 pada Selasa (18/3/2025) di Stadion Oepoi Kupang.
Pertandingan ini menjadi panggung bagi BeTA untuk menunjukkan semangat juang yang tinggi setelah tertinggal 1-0 di babak pertama. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan BeTA ke semi final, tetapi juga menegaskan kekuatan tim yang dijuluki Macan Batas ini dalam kompetisi Liga 4 ETMC NTT.
Di awal pertandingan, Tiara Nusa tampil dominan dan berhasil membuka keunggulan melalui gol Alfianus Seo yang memanfaatkan kesalahan penjaga gawang BeTA pada menit ke-34. Dengan skor 1-0, Tiara Nusa menutup babak pertama dengan keunggulan. Namun, memasuki babak kedua, BeTA menunjukkan mentalitas juara mereka. Atino Araujo mencetak gol penyama kedudukan melalui set piece sepakan bola mati pada menit ke-56, membuat skor menjadi 1-1.
Tak lama setelah itu, Tiara Nusa kembali unggul kembali berkat gol Yohanes Wodo pada menit ke-58, membawa mereka memimpin 2-1. Namun, BeTA tidak menyerah. Crespo Hale menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-69, sebelum Rex Nono mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-75.
Kemenangan ini sangat berarti bagi tim asuhan Couch Ovik Mau, tidak hanya karena mereka berhasil melaju ke semi final, tetapi juga sebagai bukti bahwa produk Akademi Bintang Timur Atambua layak menyandang julukan “The Panzer”. Hal ini menunjukkan konsistensi dan kekuatan tim dalam menghadapi kompetisi Liga 4 NTT musim ini.
Usai pertandingan, Manajer Bintang Timur Atambua, Fhito Benjiro Francis, mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa timnya. Ia mengakui bahwa meskipun timnya bermain baik, lawan juga menunjukkan permainan yang solid di babak pertama. Fhito menggambarkan pertandingan melawan Tiara Nusa sebagai laga yang setara dengan final kepagian bagi kedua tim.
“Babak pertama kedua tim bermain dengan baik, saling menyerang. Namun, di babak kedua, dengan mentalitas yang kami miliki, kami mampu menyelesaikan perlawanan itu. Ini bukan hanya tentang cara kami bermain, tetapi juga energi yang kami bawa,” ungkap Fhito.
“Ini adalah pertandingan terpenting bagi kami, banyak yang mengatakan ini seperti partai final. Saya berharap di laga berikutnya kami bisa tampil lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Pada laga sebelumnya, Perse Ende berhasil mengalahkan Persamba Manggarai Barat dengan skor 2-1, melanjutkan perjalanan mereka ke babak semi final. Didukung oleh supporter fanatik mereka, Red Boys 58, Perse Ende harus menghadapi tekanan awal ketika gawang mereka kebobolan lebih dulu. Persamba mendapatkan hadiah penalti setelah salah satu penyerangnya dilanggar di kotak penalti. Eksekusi yang dilakukan oleh Egal Prakoso berhasil menjebol gawang Perse Ende, membawa Persamba unggul 1-0.
Namun, Perse Ende tidak menyerah. Mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, tepatnya pada menit ke-53, melalui gol yang dicetak oleh Alvian Aliasa. Gol tersebut membangkitkan motivasi tim dan memberikan harapan baru bagi para pendukungnya.
Semangat Perse Ende semakin membara, dan gol penentu kemenangan mereka tercipta pada menit ke-87 melalui kaki Alvian Ibrahim. Gol ini tidak hanya memastikan kemenangan bagi Perse Ende, tetapi juga menjadi momen krusial yang mengantarkan mereka melaju ke babak semi final. Kemenangan ini menunjukkan ketahanan dan determinasi tim, serta kekuatan dukungan dari para suporter yang setia. Perse Ende kini siap menghadapi tantangan selanjutnya dalam kompetisi.






