Kampiunnews | Solo โ Langkah wakil NTT di putaran nasional Soeratin Bintang Timur Atambua U-17 terhenti di babak 8 besar. Bintang Timur Atambua harus mengakui keunggulan PS Persikopa Kota Pariaman U-17 dari Sumatera Barat dengan skor 3-0, dalam laga yang digelar di Lapangan Sriwaru, Solo, Senin (16/12/2024).
Pertandingan berjalan dengan ketat. PS Persikopa Kota Pariaman sempat unggul 1-0 di babak pertama. Laskar Macan Batas dari Atambua, julukan Bintang Timur Atambua, akhirnya harus menyelesaikan pertandingan dengan skor 3-0 setelah pada babak kedua kebobolan 2 gol tambahan.
Manajer Bintang Timur Atambua U-17, Fhitho Francis, mengaku puas meskipun hasilnya belum membawa timnya ke babak semifinal. Menurutnya, para pemain sudah menorehkan catatan terbaik dalam sejarah sepak bola NTT. Ini menjadi momen berharga, karena untuk pertama kalinya tim dari Asprov NTT mampu melangkah hingga babak 8 besar di ajang nasional.
“Saya sangat puas dengan kerja keras anak-anak yang tidak kenal lelah di lapangan. Sayangnya, kali ini lawan yang kita hadapi adalah runner-up Soeratin tahun lalu yang tampil solid dan bermain sangat baik. Selamat kepada PS Persikopa Kota Pariaman,” ujar Fhitho selepas pertandingan.
Sebagai manajer muda yang baru pertama kali mendapat kepercayaan dari manajemen Bintang Timur Atambua, Fhitho dianggap sukses membawa timnya menorehkan sejarah baru. Dengan tangan dinginnya, pemuda yang sedang menyelesaikan studi S2 di Prancis itu mampu membawa Macan Batas hingga ke putaran nasional yang digelar di Solo.
“Saya dan tim meminta maaf kepada manajemen dan Asprov PSSI NTT serta pendukung Macan Batas karena belum berhasil membawa gelar untuk pertama kalinya di level nasional. Kami sudah berusaha keras, dan tinggal dua langkah lagi kita mampu mencapai podium juara,” lanjutnya dengan penuh semangat.
Keberhasilan SSB Bintang Timur Atambua kali ini telah melampaui capaian generasi pertama hingga ketiga. Di usianya yang ke-10 tahun, SSB dan Akademi Bintang Timur Atambua telah melahirkan generasi muda berbakat yang mengukir prestasi di berbagai level, dengan 4 tim berbeda.
“Saya sangat berharap agar anak-anak ini dapat mempertahankan potensi mereka untuk skuad tahun depan, meskipun sebagian dari mereka tidak bisa lagi bermain di U-17 karena batas usia,” tutup Fhitho kepada Kampiunnews.com.
Dengan hasil ini, perjuangan Bintang Timur Atambua menjadi inspirasi baru bagi perkembangan sepak bola di NTT dan memberikan harapan bagi munculnya bibit-bibit pemain muda yang siap bersaing di level nasional di masa mendatang.






