Kampiunnew | Kupang – Hidup selalu penuh dengan kejutan, begitu juga dalam dunia sepak bola. Ada klub yang hampir kalah, tetapi akhirnya meraih kemenangan. Sebaliknya, ada yang sudah merasa berada di puncak, namun harus menelan pil pahit kekecewaan.
Kemenangan Bintang Timur Atambua (BeTA) di final Liga 4 NTT atau Piala El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2025 benar-benar mengejutkan banyak pihak. Siapa yang menyangka BeTA akan keluar sebagai juara setelah sempat tertinggal 0-2 dari Perebata Lembata?
Pertandingan yang disaksikan Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Belu dan Bupati Lembata, Fary Francis legenda sepak bola NTT sekaligus pemilik Bintang Timur Atambua berlangsung di Stadion Oepoi Kupang ini dimulai dengan dominasi Persebata, yang unggul berkat gol-gol bunuh diri pemain BeTA pada menit ke-30 dan ke-37. Namun, seperti yang sering diungkapkan oleh para pendukung BeTA, “Kalau mau lihat permainan BeTA, nonton sampai menit ke-90.” Pasalnya, segala sesuatu bisa terjadi sebelum wasit meniup peluit akhir.
Di babak kedua, BeTA yang dikenal dengan julukan “Macan Batas” berhasil bangkit. Mereka mencetak dua gol melalui Gebriel Ati dan Martino Araujo, menyamakan kedudukan 2-2. Saat pertandingan memasuki babak tambahan waktu, kedua tim masih bermain imbang, dan laga dilanjutkan dengan adu penalti.
Alex, penjaga gawang kedua BeTA yang dipercaya tampil di final setelah kiper utama tak bisa bermain, menjadi pahlawan. Ia menggagalkan tendangan penalti dari Cesar Making, sementara penendang ketiga Persebata, Rusli Dulimaking, gagal setelah tendangannya membentur mistar gawang. Skor sementara 3-1 untuk BeTA.
Glens Saputra Bili, salah satu pemain muda BeTA yang diboyong dalam skuad senior, menjadi penentu kemenangan dengan mencetak gol penalti terakhir. BeTA akhirnya menang 4-2.
Persebata Lembata pun harus tertunduk lesu, gagal meraih sejarah sebagai juara ETMC, sementara BeTA merayakan gelar juara Liga 4 NTT dan ETMC XXXIII, yang pertama sejak SSB Bintang Timur Atambua didirikan oleh Fary Djemi Francis pada tahun 2014.
Bintang Timur Atambua (BeTA) akhirnya menorehkan prestasi sebagai klub mandiri pertama yang berhasil menjuarai Liga 4 NTT Piala El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2025.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain selama kompetisi Liga 4/ETMC ini. Di beberapa pertandingan, kami sempat tertinggal, namun berhasil bangkit. Salah satu filosofi BeTA, “setiap pertandingan adalah final,” ujar Fhito Benjiro Francis, manajer Bintang Timur Atambua.
Pada tahun 2023, saat ETMC Rote, BeTA yang dipimpin maneger perempuan pertama di NTT, Serena Francis, pertama kali tampil di final namun kalah dalam adu penalti dari PSN Ngada. Setelah Serena dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Kupang, posisi manajer tim diberikan kepada sang adik Fhito.
Kedekatan dan tangan dingin Fhito berhasil membawa BeTA U-15 ke 4 besar NTT, BeTA U-17 juara NTT dan melaju hingga babak 8 besar di tingkat nasional.
Kini, Piala ETMC dan tiket ke putaran nasional berhasil dipersembahkan oleh BeTA untuk masyarakat Belu.
Bupati Belu, Wili Lay, yang baru dilantik oleh Gubernur NTT, menyaksikan langsung pasukan “The Panzer Atambua” berjuang melawan Persebata.
“Hari ini masyarakat Belu bangga, punya Bupati baru dan juara ETMC baru. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil yang telah mendukung, serta kepada pemain dan komunitas orang tua, terima kasih telah berjuang bersama. Ini adalah juara untuk kita semua,” kata Fhito dengan mata berkaca-kaca.

Selain membawa pulang piala bergilir ETMC, BeTA juga dinobatkan sebagai Tim Favorit Pilihan Masyarakat, sebuah penghargaan yang semakin menambah kebanggaan klub. Selain itu, BeTA juga menyabet beberapa penghargaan individu, dengan Crespo Hale terpilih sebagai Pemain Terbaik, sementara Martino Araujo berhasil meraih Top Skor. Sementara itu, Persebata Lembata harus puas menjadi runner-up ETMC, dan Perseftim meraih penghargaan sebagai Tim Fair Play.
Juara pertama Liga 4/ETMC 2024/2025, BeTA, mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 200 juta, sementara runner-up Persebata Lembata memperoleh Rp. 150 juta. Juara 3 mendapatkan Rp. 100 juta, dan juara 4 berhak menerima Rp. 50 juta.






