Kampiunnews|Kupang – Kementerian Perhubungan resmi membuka Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Rute Kupang-Dili, Kamis (30/3/2023).
Pembukaan trayek ini sekaligus menghubungkan kembali jalur darat antara Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste yang terputus sejak 1999 menyusul terpisahnya eks Provinsi Timor-Timur dari NKRI. Pembukaan trayek bus Kupan-Dili akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasa, dan juga menjalin kembali silaturahmi antara warga NTT dan Timor Leste.
Rute ini dilayani lima bus dari Kupang dan dua bus dari Timor Leste, namun saat peluncuran baru dua bus yang beroperas, masing-masing milik Perum Damri dan Perusahaan Otobus (PO) Bagong. Bus berangkat dari Terminal Bus Tipe A Bimoku di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang sekitar pukul 09.19 Wita, masing-masing mengangkut 20 penumpang. Pada trayek perdana ini, seluruh penumpang tidak dipunggut biaya.
Pelepasan dilakukan bersama-sama oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hendro Sugiatno, Dirjen Transport dan Komunikasi Timor Leste Constantihno Pareira Soares dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat.
Sebelum seremoni pelepasan bus, para delegasi dari Timor Leste serta Kementerian Perhubungan dan Forkompimda NTT berkumpul di ruangan untuk mengikuti sambutan yang diawali dengan menyanyaikan lagu kebangsaan kedua negara.
Dalam sambutannya, Hendro Sugiatno menyebutkan pada awal pembukaan trayek ini, Kemenhub menyiapkan lima bus, sedangkan Timor Leste menyiapkan dua bus. “Jika pertumbuhan penumpang bagus, kita akan tambah armadanya,” ujarnya.
Seluruh bus sudah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai mulai dari pendingan udara dan tempat duduk yang cocok untuk perjalanan jauh.. “Kita tentukan tarifnya, saya yakin akan mampu dipenuhi masyarakat NTT,” tambahnya.
Bus yang disiapkan memiliki fasilitas AC dan non toilet dengan tarif Rp350.000 per penumpang, bus AC dan toilet sebesar Rp375.000 per penumpang, sedangkan bus AC, toilet, wifi, mobile charge dan TV sebesar US$40 sampai US$60. Setelah sukses membuka trayek bus penumpang, ke depan, Kemenhub rencana membuka buka trayek angkutan barang.
Menurut Hendro, angkutan barang sudah diterapkan antara Malaysia dan Brunei Darussalam, dan sudah memberikan dampak yang sangat positif dalam memperkuat daya saing dan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. “Kita berharap dengan membuka komersial bus antara Kupang dan Dili, ke depan kita kerjasama angkutan barang,” ujarnya.
Dirjen Transport dan Komunikasi Timor Leste, Constantihno Pareira Soares trayek bus Kupang-Timor Leste pernah dirintis beberapa tahun lalu, namun tutup karena berbagai alasan. “Kami mengharapkan adanya kesuksesan dalam operasi bus ini ke depan,” ujarnya.
Dia juga mengharapkan, arus transportasi darat antara kedua negara terus meningkat yang nantinya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan. “Saya mengapresiasi dan selamat kepada operator bus atas dedikasinya mengunakan bus komersial dari Kupang ke Dili dan Dili ke Kupang,” ujarnya.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat berharap ke depan Indonesia dan Timor Leste bekerja sama membuka jalur kereta cepat Kupang-Dili.
Menurut Laiskodat, sumber daya alam Nusa Tenggara Timur maupun Timor Leste sangat besar, namun saat ini belum dikelola secara maksimal. Akan tetapi, jika potensi yang ada dikelola dengan baik akan mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat di wilayah ini. (mi)






