Kampiunnews | Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan empat pesan penting kepada Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir untuk mendorong perkembangan sepak bola Indonesia.
Pesan ini disampaikan Jokowi ketika menghadiri lokakarya dengan 34 asosiasi provinsi (Asprov) di Hotel Sultan, Jakarta, belum lama ini.
“Bapak Presiden mendorong beberapa hal. Pertama adalah Bapak Presiden meminta Pak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia untuk merevisi aturan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa dipakai untuk Liga 3,” ujar Ketum PSSI Erick Thohir.
Permintaan Jokowi kepada Mendagri itu disampaikan dalam pertemuan di Istana Bogor terkait transformasi sepak bola. Aturan yang minta direvisi tersebut adalah Permendagri Nomor 1 Tahun 2011.
Dalam aturan itu disebutkan, klub profesional Indonesia tidak boleh menggunakan dana APBD. Permendagri ini ditandatangani Mendagri saat ini, Gamawan Fauzi pada 23 Mei 2011.
Selain itu, Presiden Jokowi meminta Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, untuk mengalokasikan dana khusus mulai tahun depan untuk perbaikan lapangan di desa-desa.
“Bapak Presiden juga duduk bersama antara Kementerian Keuangan dan Desa untuk juga ada alokasi dana untuk tahun depan bagaimana bisa dimudahkan untuk akses perbaikan lapangan sepak bola di desa-desa,” kata Erick Thohir.
Adapun poin ketiga adalah Presiden ingin beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa dimulai dari usia 14 tahun. Beasiswa ini bisa digunakan para atlet sepak bola.
“Ketiga, Kemenkeu bersama Menko PMK juga diminta untuk menyiapkan LPDP atlet. Di mana bisa dimulai dari usia 14, ini tentu ada hubungannya dengan sepakbola. Tentu akses dana LPDP bisa digunakan untuk sepakbola,” jelas Erick.
Poin keempat adalah, PSSI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) siap membuat program untuk meningkatkan jumlah wasit dan pelatih sepakbola di Indonesia.
Nantinya, wasit dan pelatih ini akan disiapkan dari guru-guru olahraga di sekolah yang akan ditugaskan sesuai strata masing-masing.
“Keempat, kami akan mensinkronisasikan dengan Kemendiknas untuk membuat program melipatgandakan jumlah wasit dan pelatih. Artinya, guru-guru olahraga di Indonesia yang berminat untuk menjadi pelatih atau wasit sepakbola akan kami daftarkan dan training bersama FIFA,” tutup Erick.






