Kampiunnews|Kupang โ Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Kota Kupang di bidang pendidikan. Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan budaya literasi, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia melalui Program INOVASI, salah satu program kerja sama pendidikan Indonesia-Australia.
Dalam kunjungan yang berlangsung di UPTD SDN Palsatu, Kota Kupang, Jumat (31/7/2026), Rod Brazier disambut oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., didampingi Bunda Literasi Kota Kupang, dr. Widya Cahya, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan pelaksanaan Reading Camp, sebuah metode pembelajaran membaca yang diterapkan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta didik. Duta Besar Australia juga berinteraksi langsung dengan para siswa dan menyaksikan demonstrasi menenun sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal yang diintegrasikan ke dalam lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Australia melalui Program INOVASI yang selama ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang.
Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses dan kesempatan belajar. Setiap anak memiliki potensi yang harus kita rawat dan kembangkan bersama,” tegas Serena.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, rasa percaya diri, dan kemampuan melindungi diri sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, Serena juga memperkenalkan inovasi Pemerintah Kota Kupang berupa program self-defense bagi peserta didik mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP.
Program tersebut merupakan inspirasi yang diperoleh setelah dirinya mengikuti ASEAN Strategic Partnership Leadership Program di Australia melalui DIVAS. Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan literasi, anak-anak juga perlu dibekali keterampilan melindungi diri dari berbagai ancaman, seperti perundungan maupun tindak kekerasan.
Ia berharap pendidikan di Kota Kupang mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, tangguh, serta memiliki keberanian menjaga keselamatan dirinya.
Di akhir sambutannya, Serena menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Australia beserta seluruh mitra pembangunan yang terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kupang.
Australia Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Indonesia
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, memberikan apresiasi atas kepemimpinan Pemerintah Kota Kupang dalam memajukan sektor pendidikan, termasuk membangun budaya literasi melalui peran aktif Bunda Literasi Kota Kupang.
Ia menegaskan bahwa hubungan Australia dan Indonesia yang telah terjalin selama lebih dari 75 tahun terus diperkuat melalui kerja sama di berbagai bidang, dengan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama.
Menurut Rod Brazier, kemampuan membaca sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia mengaku terkesan melihat pelaksanaan Reading Camp di UPTD SDN Palsatu yang mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.
Selain itu, ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa saat membaca cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta keterlibatan mereka dalam kegiatan menenun sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal Nusa Tenggara Timur.
“Pemerintah Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami percaya bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi bagi masa depan masyarakat. Melalui kemitraan yang kuat, kita dapat terus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua,” ujar Rod Brazier.
Sementara itu, Kepala UPTD SDN Palsatu, Belmira Sagrada Ferrao Santos, M.Pd., memaparkan perjalanan sekolah dalam mengembangkan Program Reading Camp.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sekolah menghadapi tantangan rendahnya kemampuan membaca peserta didik sebagaimana tercermin dalam Rapor Pendidikan. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran hingga optimalisasi perpustakaan sekolah, namun hasilnya belum maksimal.
Melalui pendampingan Program INOVASI, sekolah kemudian menerapkan metode Reading Camp, yaitu pembelajaran membaca berdasarkan hasil asesmen kemampuan awal siswa yang didukung pendampingan intensif oleh guru.
Program tersebut juga dikembangkan menjadi kegiatan ekstrakurikuler dalam kelompok belajar kecil sehingga setiap peserta didik memperoleh pendampingan yang lebih efektif sesuai kebutuhannya.
Hasilnya, kemampuan literasi siswa meningkat secara signifikan. Indikator literasi dan numerasi pada Rapor Pendidikan yang sebelumnya berada pada kategori rendah kini meningkat menjadi kategori baik. Prestasi siswa di bidang literasi juga terus bertambah, sementara jumlah peserta didik yang membutuhkan layanan pendampingan khusus mengalami penurunan berkat intervensi yang lebih tepat sasaran.
Belmira menambahkan, keberhasilan Reading Camp di UPTD SDN Palsatu kini menjadi praktik baik (best practice) yang direplikasi di berbagai sekolah di Kota Kupang maupun sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur melalui pelatihan yang difasilitasi Program INOVASI.
Kunjungan Duta Besar Australia diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia demi masa depan generasi muda Kota Kupang.






