Kampiunnews | Kupang – Empat tim telah memastikan diri lolos ke babak perempat final Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) Zona NTT 2024/2025. Kompetisi yang semakin panas ini menyajikan duel-duel menegangkan, diwarnai drama dan kejutan yang mengguncang turnamen. Berikut ini daftar lengkap tim yang sudah mengamankan tiket ke fase 8 besar.
- Persamba Manggarai – Lolos Dramatis Setelah Persada Walkout
Persamba Manggarai menjadi tim pertama yang memastikan tiket perempat final setelah menang Walkout (WO) atas Persada Sumba Barat Daya dalam laga yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Oepoi Kupang, Minggu (16/3/2025).
Namun, kemenangan Persamba ini tidak datang tanpa kontroversi. Persada memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Insiden terjadi di menit akhir perpanjangan waktu babak kedua, saat pertandingan masih imbang. Keputusan kontroversial dari wasit memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persada. Bahkan sampai terjadi aksi pengejaran dan pemukulan terhadap wasit.
Saat injury time, wasit menambahkan waktu 4 menit, namun pada menit ke-5 tambahan waktu, wasit meniup peluit dan menunjuk titik putih, menyatakan terjadi pelanggaran di kotak penalti Persada. Keputusan tersebut langsung menuai reaksi keras dari kubu Persada.
Seluruh pemain Persada melakukan protes dan meninggalkan lapangan sebagai bentuk ketidakpuasan, menolak melanjutkan pertandingan. Dengan kejadian tersebut, wasit akhirnya memberikan kemenangan WO kepada Persamba Manggarai, yang otomatis melaju ke perempat final.
Insiden seperti ini tentu sangat disayangkan dan mencoreng semangat sportivitas dalam sepak bola. Kejadian pengejaran dan pemukulan terhadap wasit menunjukkan bahwa masih ada PR besar dalam pembinaan mental dan disiplin dalam sepak bola NTT.
Asprov PSSI NTT memang harus bersikap tegas, tidak hanya dengan memberikan sanksi kepada pemain dan ofisial yang terlibat, tetapi juga dengan menanamkan kesadaran bahwa ada jalur yang lebih profesional untuk menyampaikan keberatan atas keputusan wasit. Jika memang ada dugaan pelanggaran fair play oleh wasit, regulasi sepak bola sudah menyediakan mekanisme protes resmi yang bisa ditempuh.
Tanpa tindakan tegas, kejadian serupa bisa terus berulang dan merusak citra kompetisi lokal. Ini juga menjadi alarm bagi pengelola klub untuk meningkatkan pembinaan disiplin dan etika dalam bertanding, karena sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi nilai fair play.
- Perse Ende – Singkirkan Juara Bertahan PSN Ngada Lewat Adu Penalti
Perse Ende menyusul Persamba ke babak 8 besar setelah menundukkan juara bertahan PSN Ngada dengan skor 2-1 dalam drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 0-0 di waktu normal.

Laga ini menjadi duel klasik yang disebut sebagai El Clasico Flores, mempertemukan dua tim besar dengan dukungan suporter fanatik masing-masing. PSN Ngada yang datang sebagai juara bertahan harus pulang lebih awal, setelah empat eksekutor mereka gagal menuntaskan tendangan penalti.
Sementara itu, Perse Ende tampil lebih percaya diri, dua eksekutor mereka berhasil menjebol gawang PSN Ngada, memastikan tiket perempat final.
“Perse banyak melakukan koreksi usai menghadapi Bintang Timur Atambua di fase grup. Dukungan penuh dari Bupati Ende menjadi motivasi besar bagi anak-anak untuk tampil lebih percaya diri dan memenangkan laga melawan PSN Ngada,” ujar Ari Bali, tokoh sepak bola Ende yang pernah memperkuat beberapa tim sepak bola di Yogyakarta.
- Tiara Nusa Manggarai Timur – Bungkam Persematim dengan Kemenangan Meyakinkan
Tim pendatang baru Tiara Nusa Manggarai Timur kembali menunjukkan dominasinya atas saudara tuanya, Persematim Manggarai Timur, dalam laga yang berlangsung ketat. Tiara Nusa berhasil menang dengan skor 2-0, memastikan diri menjadi salah satu tim kuda hitam yang patut diperhitungkan di kompetisi Liga 4 ETMC NTT musim ini.
- Bintang Timur Atambua – Lolos ke Perempat Final Usai Tundukkan PSKN Kefamenanu 3-2
Bintang Timur Atambua (BeTA) menunjukkan performa gemilang saat berhadapan dengan PSKN Kefamenanu dalam duel sengit yang berlangsung hingga menit-menit terakhir. BeTA sempat unggul 3-1 hingga akhir babak kedua, namun sempat terancam karena kebangkitan PSKN yang berhasil memperkecil skor. Berkat pengalaman dan mental bertanding yang matang, Macan Batas akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan mengakhiri laga dengan kemenangan 3-2.
Laga ini diawali dengan tekanan tinggi dari PSKN, yang langsung mengancam gawang BeTA sejak menit pertama. Beberapa peluang nyaris membobol gawang BeTA, memaksa lini pertahanan mereka bekerja keras.
Namun, setelah melewati 10 menit pertama, BeTA akhirnya menemukan irama permainan mereka. Crespo Hale dkk mulai menguasai lini tengah, memaksa PSKN bermain lebih bertahan. Tekanan tinggi dari BeTA akhirnya membuahkan hasil di menit ke-12, ketika Martinho Araujo, sang predator andalan, sukses membobol gawang PSKN. Gol tersebut tercipta usai umpan cerdas dari Ino Ati, si “kancil” lincah yang menusuk dari sektor kanan pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, BeTA semakin agresif. Martinho Araujo kembali menunjukkan ketajamannya, mencetak gol kedua di menit ke-67 setelah menerima umpan matang dari Crespo Hale dari sektor tengah. Dengan dingin, Araujo menyelesaikan peluang tersebut, mengubah skor menjadi 2-0.
PSKN tak tinggal diam. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Tedi Benu, yang membuat skor menjadi 2-1. Namun, BeTA dengan cepat merespons. Crespo Hale mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74, membuat BeTA kembali unggul 3-1.
Drama semakin terasa ketika Yohanes Usfinit dari PSKN sukses memanfaatkan blunder penjaga gawang BeTA di menit ke-80, membawa timnya semakin mendekat dengan skor 3-2.
Di sisa waktu pertandingan, PSKN terus menekan demi mencari gol penyama kedudukan. Namun, pengalaman dan kedisiplinan pemain BeTA mampu meredam serangan-serangan terakhir lawan hingga peluit panjang dibunyikan. BeTA pun mengunci kemenangan dan melangkah ke babak perempat final.
“Pertandingan berlangsung cukup menegangkan, terutama di menit-menit akhir. Anak-anak sempat kehilangan konsentrasi, dan itu dimanfaatkan oleh PSKN untuk melakukan comeback. Beruntung, pengalaman bertanding kami cukup membantu untuk meredam kebangkitan lawan. Harapan saya, tim tidak cepat puas dengan hasil ini, karena masih ada tantangan besar di depan,” ujar Manajer Bintang Timur Atambua, Fhito Benjiro Francis.
Tim yang Lolos ke Perempat Final Liga 4 ETMC NTT 2024/2025
- Persamba Manggarai
- Perse Ende
- Tiara Nusa Manggarai Timur
- Bintang Timur Atambua
Dari empat tim yang telah lolos, Bintang Timur Atambua menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Timor, sementara tiga tim lainnya berasal dari Pulau Flores. Sisa empat tim lainnya akan ditentukan pada pertandingan hari ini, Senin (17/3/2025), yang diprediksi akan semakin menambah tensi persaingan di Liga 4 ETMC NTT musim ini.
Siapakah empat tim lainnya yang akan menyusul ke babak perempat final? Kita tunggu hasilnya!






