Kampiunnews|Jakarta – Peringatan HUT ke-27 Otonomi Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh putra-putri daerah, baik di kampung halaman maupun perantauan, untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Anggota DPR RI sekaligus sesepuh masyarakat Lembata di tanah Papua, H. Sulaeman L. Hamzah, mengatakan Lembata memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) potensial yang mengabdi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, profesional, usaha, hingga sosial-keagamaan, termasuk di tingkat nasional dan mancanegara.
“Lembata menyimpan banyak orang potensial yang bisa saling mendukung dalam memajukan kampung halaman, lewotana, leu awuq. Potensi SDM ini merupakan modal sosial kita sebagai putra-putri Lembata,” ujar Sulaeman seusai syukuran HUT ke-27 Otonomi Lembata di Wisma Kemiri KWI, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026).
Ia juga mengajak masyarakat mengenang jasa para tokoh perintis, di antaranya Petrus Gute Betekeneng, Stanis Lela Tufan, Mas Abdul Salam Sarabiti, dan Tuang Ambarak Bajaher. Perjuangan panjang yang berakar pada Statemen Tujuh Maret 1954 tersebut mengantarkan Lembata menjadi kabupaten definitif pada 1999, setelah berpisah dari Kabupaten Flores Timur.
Dalam misa syukur, Pastor Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD, mengajak masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai kesempatan merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan warga Lembata di perantauan.
Menurutnya, berbagai kemajuan telah dicapai selama 27 tahun otonomi, tetapi masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Senada, praktisi hukum Petrus Bala Pattyona, SH, MH, menegaskan bahwa perjuangan para pendiri harus dilanjutkan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah serta komunikasi produktif dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Aktivis perempuan Suzy Langotukan juga menekankan pentingnya sinergi dan pemanfaatan potensi daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, tokoh muda Norman Syaril Ladopurap mengajak generasi muda mewarisi semangat kerja keras, konsistensi, dan pantang menyerah dari para perintis otonomi Lembata.
Peringatan HUT ke-27 ini diharapkan menjadi momentum menyatukan potensi seluruh anak tanah, di Lembata maupun di rantau, untuk bersama-sama memajukan lewotana, leu awuq menuju masa depan yang lebih sejahtera.







