Kampiunnews | Jakarta – Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa kembali terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) periode 2026–2031.
Gubernur Sulawesi Utara itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) V PMTI yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Putra Toraja, Benyamin Patondok, menilai terpilihnya kembali Yulius mencerminkan kepercayaan masyarakat Toraja terhadap kepemimpinannya.
Menurut dia, kelayakan seorang pemimpin tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat, jabatan, atau kedudukan, tetapi juga integritas, keberpihakan, kemampuan, dan terobosan yang dihasilkan.
“Beliau memang layak. Ada orang Toraja yang hebat, bahkan ada yang pangkatnya lebih tinggi. Tetapi, yang punya hati, punya terobosan, punya keberpihakan dan kemampuan, ya beliau yang layak,” ujar Benyamin yang juga Sekjen DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) itu.
Ia menegaskan, kepemimpinan PMTI tidak seharusnya dibatasi oleh tempat tinggal ketua umum.
Menurut Benyamin, pemimpin organisasi tersebut dapat berdomisili di berbagai wilayah Indonesia selama mampu menjalankan tugas dan mengoordinasikan masyarakat Toraja.
Pandangan itu, kata dia, sejalan dengan jangkauan PMTI yang menghimpun masyarakat Toraja di berbagai daerah, baik di tanah kelahiran maupun di perantauan.
PMTI Diharapkan Perkuat Persatuan
Penasehat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) DKI Jakarta itu berharap PMTI terus memperkuat perannya sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, dan pemersatu masyarakat Toraja.
PMTI diharapkan mampu menjembatani kepentingan masyarakat di Toraja, daerah lain di Indonesia, hingga komunitas diaspora.
Menurut dia, PMTI perlu menghadirkan program-program yang memperkuat kebersamaan sekaligus membangun koordinasi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.
“Yang kita harapkan dari PMTI adalah menjadi wadah berhimpun, wadah komunikasi, membangun silaturahmi, dan kebersamaan. Baik masyarakat yang ada di pusat, perantauan, daerah, maupun di Toraja sendiri,” katanya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Ia menilai, komunikasi dan koordinasi yang kuat menjadi modal penting agar PMTI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi perkumpulan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Toraja.
Dorong Sinergi dengan Pemerintah
Benyamin juga berharap PMTI mendukung program-program strategis pemerintah. Menurut dia, sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah diperlukan untuk memperluas kontribusi masyarakat Toraja dalam pembangunan.
Ia menilai, PMTI memiliki potensi untuk menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas Toraja di berbagai wilayah.
Terkait susunan kepengurusan periode 2026–2031, Benyamin mengatakan pengurus baru belum dibentuk. Ia mengungkapkan pernah terlibat dalam kepengurusan sebelumnya di bidang pertambangan, tetapi belum memastikan keterlibatannya dalam kepengurusan mendatang.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap memberikan dukungan kepada organisasi tersebut.
“Sebagai orang tua, kita wajib untuk mendukung,” ujar Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP GEKIRA) itu.
Terpilihnya kembali Yulius Selvanus diharapkan menjadi momentum bagi PMTI untuk memperkuat persatuan masyarakat Toraja, meningkatkan koordinasi antardaerah dan perantauan, serta memperluas kontribusi organisasi bagi pembangunan nasional.







