Kampiunnews | Kupang – Serena Francis, seorang perempuan yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari lima tahun dalam membina pemain usia dini di SSB Bintang Timur Atambua (BeTA), merasakan gelombang emosi yang dalam saat menyaksikan laga final antara BeTA dan Persekota Koepang. Di tengah sorakan penonton dan ketegangan yang menyelimuti Stadion Oepoi, dia merasakan galau yang berat. Sebagai warga kota Kupang dan calon Wakil Walikota Kupang, Serena merasa terbelah antara hati yang mendukung tim yang telah dia besarkan dan tanggung jawab moralnya sebagai warga lokal. “Hari ini saya harus support tim Persekota karena tanggung jawab moril saya sebagai warga Kota Kupang,” ujarnya, dengan nada yang penuh pengertian dan harapan.
Namun, saat wasit Frans Sabon meniupkan pluit terakhir, kegembiraan tak tertahankan menguasai dirinya. Kemenangan BeTA, yang mengukuhkan diri sebagai Juara Piala Soeratin U-17 Zona NTT dengan skor 2-1 atas Persekota Koepang, adalah momen yang sangat berarti. Tahun lalu, di bawah bimbingannya, BeTA mencapai final dan menghadapi raja sepak bola NTT, PSN Ngada, namun harus merelakan gelar dengan kekalahan tipis 1-0. Kini, dengan perjuangan yang tak kenal lelah, BeTA berhasil meraih kemenangan yang membanggakan, sekaligus menyegel tiket mereka ke putaran nasional di Solo.
“Selama rangkaian pertandingan, tim bermain disiplin dan menjaga sportifitas permainan dengan positif. Sehingga membuat BeTA mampu tampil sebagai juara,” ungkap Serena dengan semangat yang membara. Dia menambahkan, “Kami semua bersyukur bahwa tim bermain disiplin, baik dalam performa fisik maupun mental, sehingga berhasil mengalahkan Persekota Koepang dalam pertandingan yang enak ditonton. Semoga performa seperti ini terus meningkat, konsisten, dan siap menghadapi putaran nasional.”
Serena, yang juga berpasangan dengan dr. Christian Widodo dalam Pilkada Kota Kupang, melihat kemenangan ini sebagai langkah awal dalam membina generasi baru sepak bola di Kota Kupang. Meskipun euforia kemenangan memenuhi suasana, dia menyadari bahwa tantangan yang lebih besar masih menanti. “Kami tidak boleh terlalu larut dalam euphoria kemenangan karena putaran nasional akan menjadi tantangan selanjutnya,” tegasnya, menekankan pentingnya fokus dan persiapan di masa depan.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan pemain Bintang Timur yang telah bekerja keras, yang telah menjadikan kemenangan dan tiket ke level nasional ini sebagai pencapaian bersama. “Kami berharap anak-anak tetap optimis dan siap menghadapi putaran nasional. Dari pertandingan ini juga kami akan melakukan evaluasi, agar di putaran nasional bisa lebih berprestasi,” kata Serena, dengan tekad yang menggebu dalam suaranya. Harapan untuk masa depan sepak bola NTT bergantung pada tim-tim muda seperti BeTA, Persekota dan Serena berkomitmen untuk terus mendukung mereka dalam setiap langkah perjalanan mereka.






