Kampiunnews | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan mengakhiri penggunaan mobil import sebagai kendaraan dinas menteri dan para pejabat eselon 1. Sebagai gantinya, seluruh pejabat itu diharuskan memakai mobil Maung buatan PT Pindad (Persero).
Maung adalah kendaraan taktis ringan 4×4 produksi PT Pindad yang ditujukan untuk mendukung operasi pertempuran jarak dekat dan jelajah medan sulit.
Berdasarkan situs resmi Pindad, Maung didesain agar memiliki kemampuan manuver yang gesit dan andal untuk mendukung mobilitas penggunanya di berbagai medan operasi. SUV tangguh ini memiliki kecepatan aman 120 km/jam, transmisi manual 6-percepatan dan mampu menjangkau jarak tempuh hingga 800 km.
Mobil Maung dirancang oleh Profesor Sigit Puji Santosa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga Direktur PT Pindad dengan 70 persen menggunakan komponen dalam negeri.
Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan kendaraan Maung sebagai kendaraan operasional bagi para menteri di Kabinet Merah Putih. Erick juga mengarahkan PT Pindad untuk menyesuaikan kendaraan Maung ini agar memenuhi kebutuhan spesifik setiap kementerian
“Kita mendukung rencana program pemerintah,” ujar Erick dalam konferensi pers bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).
Menurut Erick, arahan ini adalah langkah positif yang menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong produk dalam negeri.
“Kami mendukung bagaimana produksi dalam negeri harus ditingkatkan,” ucap Erick.
Ia menambahkan bahwa PT Pindad telah menerima pesanan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang hampir mencapai 4.600 unit kendaraan Maung untuk jangka waktu dua tahun ke depan.
Selain untuk kendaraan operasional para menteri, Erick menyampaikan bahwa PT Pindad akan memetakan ulang antara kebutuhan dengan kapasitas produksinya.
Hal ini dilakukan agar PT Pindad mampu memenuhi kebutuhan kendaraan operasional untuk kementerian dalam kabinet saat ini.
“Alokasi produksinya di situ, apakah ada tambahan order kementerian kembali, nanti bisa tanya ke Dirut Pindad, agar ini line of production-nya ini untuk diproyeksikan,” kata Erick.
Dengan pernyataan ini, dukungan terhadap Maung dari PT Pindad semakin menegaskan prioritas pemerintah terhadap produk lokal.






