Kampiunnews | Kupang – Dia punya tubuh kecil, krempeng, tendangannya mungkin nggak super keras, tapi siapa sangka dia adalah salah satu striker yang paling ditakuti oleh para kiper seantero NTT, yang sedang berlaga di kompetisi Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2025. Laga final yang bakal digelar di Stadion Oepoi Kupang, Senin, 24 Maret 2025, dan Martino Araujo jadi sorotan. karena dirinya masih mencatatkan namanya sebagai Top Skor sementara dengan 6 gol. Meskipun sering dianggap underdog karena postur tubuhnya yang tidak terlalu besar, kecepatan dan ketajamannya dalam mencari celah pertahanan lawan membuatnya menjadi momok menakutkan. Para kiper pun selalu waspada terhadap setiap gerakan Martino, karena dia tahu betul cara memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk mencetak gol.
Gak punya skill jago, gak lihai dribel, dan kecepatan? Bisa dibilang biasa aja. Tapi yang bikin dia beda, dia punya satu hal yang semua orang butuhkan, gol. Martino Araujo itu masalah, bro! Terlahir dengan insting cetak gol, hidupnya itu dipenuhi papan skor. Dia bukan Yoris Nono yang larinya kayak peluru, bukan juga Adi Atep dengan finishing tajamnya, apalagi Cesar Making yang punya dribel jago. Tapi setiap kali Bintang Timur Atambua butuh gol, Martino selalu ada, siap bikin kejutan. Gerakan dia? Kayak babak-bapak sen kiri beloknya ke kanan, nggak kebaca!
Dulu, couch Ovik Mau pernah bilang kalau Martino itu seperti terlahir offside. Pemain belakang lawan pun ngaku capek banget ngejar gerakannya yang unpredictable.
Pas laga pembuka lawan Perse Ende, Coach Ahmad Paijan memang paham teori sepak bola, tapi Atino itu paradoks. Gerakannya kayak predator yang bergerak tanpa pola, seperti blitz algoritma yang nggak ada sejarahnya. Golnya? Jangan harap keren atau spektakuler, karena golnya sering kali cuma menempatkan bola ke gawang kosong. Tapi selebrasinya? Kayak baru nyetak gol dari tengah lapangan, bro. Itu baru yang namanya pede!
Gol Martino itu nggak soal keindahan atau skill, tapi soal kepastian. Seperti matahari yang terbit di timur, walau orang bisa bantah, tetep aja kejadian. Dia bukan pemain futsal yang viral karena gol salto atau skill nutmeg, dia cuma striker yang dibenci lawan. Tapi, ujung-ujungnya, gol tetap gol. Bola bersarang di gawang, tetap dihitung satu.
Dan Martino itu kayak tukang parkir yang dapat jatah tapi gak ikut nyetir. Buat pemain lain, gol itu hasil kerja keras, tapi buat pemuda 22 tahun asal Fatubenao, gol itu cuma formalitas. Yang penting, bola masuk, dan dia selalu ada buat nyelesaikan tugasnya.
Bagaimana kelanjutannya? Kita semua pasti sudah nggak sabar menunggu aksi Top Skor sementara Liga 4 Zona NTT bersama Bintang Timur Atambua vs Persebata Lembata di Stadion Oepoi Kupang (24/3). Kedua tim finalis ini sudah menyegel dua tiket ke putaran nasional Liga Nusantara (Liga 4). Namun, masih ada satu tiket lagi tiket tersisa yang berhasil disabet Persftim Flores Timur usai membantai Perse Ende denga skor 3-2 pada Minggu, 25 Maret 2025 malam.
Semua mata akan tertuju pada laga-laga seru ini, dengan harapan bisa melihat Martino Araujo kembali menunjukkan insting golnya yang tak terbantahkan. Apakah dia bisa membawa Bintang Timur Atambua menjuarai Liga 4 Zona NTT? Pasti bakal ada banyak drama, kejutan, dan tentu saja gol-gol yang nggak terduga! Semua orang menanti Martino akan jadi penentu kemenangan atau bahkan menjadi legenda di kompetisi ini. Jangan lewatkan, karena aksi seru dan penuh emosi bakal terjadi di lapangan!






