Kampiunnews|Jakarta โ Suporter sepak bola Indonesia, terutama pendukung klub, memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi saat mendukung tim kesayangannya. Namun, sering kali semangat ini meluap hingga menyebabkan kericuhan saat menonton langsung pertandingan. Ketegangan yang terjadi di dalam stadion kerap dipicu oleh berbagai faktor, seperti keputusan wasit yang dianggap tidak adil, provokasi antar suporter, atau performa buruk tim yang dicintainya.
Ketika tim kesayangannya kalah, emosi suporter bisa menjadi tidak terkendali. Dalam situasi seperti ini, potensi terjadinya keributan antar suporter rival semakin besar, dan sering kali berujung pada bentrokan fisik. Tidak jarang, insiden tersebut melibatkan pihak keamanan yang berusaha meredakan situasi, namun terkadang malah memperburuk keadaan.
Terlebih lagi, insiden kericuhan ini sering kali menarik perhatian media dan publik, yang kemudian memunculkan stigma negatif terhadap suporter sepak bola Indonesia. Padahal, banyak dari mereka yang hadir untuk merayakan kecintaan terhadap olahraga dan timnya, bukan untuk menciptakan kekacauan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, suporter, klub, dan pihak keamanan untuk bekerja sama dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih aman dan menyenangkan. Edukasi tentang sportivitas dan sikap menghargai lawan juga perlu ditingkatkan agar kericuhan tidak kembali terulang di masa depan.
Namun ini tidak terjadi jika yang bermain Timnas Indonesia. Jadi bagi pendukung tim lawan khususnya Jepang dan Arab Saudi yang nanti akan datang langsung ke SUGBK Senayan Jakarta pada 15 dan 19 November 2024, diminta jangan khawatir dan jangan takut. Hal tersebut diungkapkan ketua umum PSSI Erick Thohir usai meninjau kondisi rumput SUGBK Jumat (8/11/2024).
“Kalau untuk pertandingan Timnas itu saya rasa suporter kita juga menjaga ya keamanan untuk juga suporter tamu. Kemarin di sosial media bahkan saya melihat ada seorang suporter Australia duduk sendirian di tengah suporter Indonesia, tidak terjadi apa-apa tuh,” ujar Erick Thohir.
“Saya yakin bangsa kita juga bangsa yang sangat ramah. Jadi silahkan datang dan nonton dengan aman di SUGBK, ” lanjut Erick Thohir.
Hanya saja, dia menambahkan jika ingin menjaga hubungan dengan banyak pihak, prinsip tidak saling melecehkan harus sama-sama dijaga.
“Misalnya kalau wasitnya tidak fair ya bangsa kita pasti reaktif nah, kalau kepemimpinan wasitnya baik, seperti lawan China Saya rasa bangsa kita juga mengapresiasi wasitnya jadi nggak perlu ditakutin gitu. Jadi jangan juga terstigma dengan propaganda yang menyesatkan bahwa bangsa kita bangsa yang terbelakang,” tegas Erick Thohir.
“Kita sudah berhasil menjadi tuan rumah sepak bola Piala Dunia U-17, kejuaraan bola basket sudah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia kita juga jadi tuan rumah Asian Games tidak ada masalah. Cuma kembali itu harus juga pemangku penanggung jawab memberikan pertandingan yang baik,” ungkapnya.






