Kampiunnews|Jakarta – Pemerintah terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pelaksanaan program ini menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden sejak awal memberikan arahan yang sangat detail bahkan hingga hal teknis, khususnya terkait kedisiplinan prosedur dan aspek kebersihan,” ujar Mensesneg usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Jakarta, Minggu (28/9).
Mensesneg menambahkan, dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melaporkan sejumlah langkah yang telah dirumuskan untuk memperkuat tata kelola program MBG. “Yang paling utama adalah keselamatan anak-anak kita,” tegasnya.
Sebelumnya, Menko Pangan dalam keterangan persnya menyampaikan enam langkah utama penguatan tata kelola MBG, yaitu:
- Penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah untuk dievaluasi dan diinvestigasi menyeluruh, termasuk disiplin, kualitas, dan kemampuan juru masak.
- Kewajiban sterilisasi seluruh peralatan makan oleh setiap SPPG.
- Perbaikan proses sanitasi dengan penekanan pada kualitas air dan pengelolaan limbah.
- Kewajiban kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat mutlak, bukan sekadar administratif.
- Penguatan peran puskesmas dan usaha kesehatan sekolah (UKS) dalam pemantauan rutin pelaksanaan MBG di daerah.
- Koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk memastikan perbaikan berjalan efektif.
“Semua langkah ini dilakukan secara terbuka agar masyarakat yakin bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman dan bergizi bagi seluruh anak Indonesia,” tandas Menko Pangan.






