Kampiunnews|Kupang – Pemerintah Kota Kupang terus mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penerapan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bertempat di Ruang Garuda Lantai 2, Kantor Wali Kota Kupang, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan secara simbolis Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi kepada perwakilan SPPG penerima sertifikasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa program MBG tidak sekadar kegiatan pemberian makanan, melainkan gerakan kemanusiaan dan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Program MBG ini bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga tentang membangun masa depan generasi penerus bangsa. Kita sedang membangun manusia sejak dini — mulai dari ibu hamil, balita, hingga anak sekolah,” ujar dr. Christian Widodo.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya aspek kebersihan dan keamanan pangan di setiap tahapan pengolahan makanan pada satuan SPPG. Ia mengingatkan agar seluruh pengelola dapur MBG memperhatikan hal-hal mendasar seperti kebersihan alat masak, penggunaan sarung tangan dan penutup kepala, hingga higienitas saat penyajian.
“Makanan sehat bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal kebersihan dan cara penyajian. Hal-hal kecil seperti bekas sabun di alat masak bisa merusak kualitas makanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya tanggung jawab dan semangat pelayanan bagi para kepala SPPG yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG di lapangan.
“Hidup yang tidak pernah diuji, tidak layak dijalani. Kalian yang memimpin dapur besar ini sedang diuji untuk menjadi pemimpin sejati di masa depan,” katanya memberikan motivasi.
Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung percepatan penerbitan SLHS bagi seluruh SPPG, serta memastikan tidak ada pungutan biaya selama proses pendampingan dan bimbingan teknis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dalam laporannya menyampaikan bahwa penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari upaya peningkatan status gizi dan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Dari 16 SPPG yang telah mengikuti proses pemeriksaan, tiga di antaranya dinyatakan lolos dan menerima sertifikat hari ini, sementara 12 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelas drg. Retnowati.
Ia menambahkan, pemeriksaan bakteriologis dilakukan di Laboratorium Kesehatan Kota Kupang, sementara pemeriksaan kimia bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT.
Program sertifikasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk mewujudkan pembangunan SDM unggul melalui penyediaan pangan yang bergizi, aman, dan higienis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, SH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ignasius Repelita Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, serta Koordinator Program MBG Kota Kupang, Novita Agatha Nainupu.






