Kampiunnews | Kupang – Humas Pelti NTT, Ferry Ndoen, S.Sos, dalam rilisnya yang diterima redaksi, mengungkapkan bahwa Ketua Umum Pengprov Pelti NTT, Rudy Basoeki, SE, MM, pada Senin, 6 Januari 2025, mengumumkan bahwa Pengprov Pelti NTT sedang mempersiapkan atlet yunior untuk mengikuti pusat pelatihan atlet tenis lapangan Chaka di Jakarta. Selain itu, program pelatihan wasit dan juri juga menjadi salah satu fokus utama tahun 2025.
Saat ditanya mengenai persiapan infrastruktur lapangan berstandar internasional menjelang PON XXII 2028, Rudy menjelaskan bahwa pihaknya terus membangun komunikasi dengan KONI NTT dan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan lahan yang diperlukan guna membangun lapangan berstandar internasional.
“Memang ada lokasi sport center di wilayah Kecamatan Alak, namun khusus untuk lapangan tenis, kami masih terus menjalin komunikasi agar infrastruktur lapangan bisa dibangun di jantung Kota Kupang atau di pusat kota,” kata Rudy.
Rudy Basoeki juga mengungkapkan bahwa bersama Wakil Ketua Pelti NTT, Junivile Jodjana, mereka telah membangun komunikasi dengan Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Drh Maxs U.E Sanam, M.Sc, dan mendapatkan tanggapan positif.
“Pelti NTT juga menjalin komunikasi dengan Rektor Undana dan mendapat respons yang sangat baik untuk membangun lapangan di lahan milik Undana. Kami sangat berhasrat untuk memiliki lapangan sendiri berstandar internasional di pusat kota. Jika ini sudah tercapai, saya akan mempertimbangkan untuk istirahat dari kepengurusan Pelti NTT, tetapi saya tidak akan pernah meninggalkan dunia tenis, karena tenis adalah bagian dari diri saya sejak saya masih muda hingga kini menjadi pengurus,” tegas Rudy.
Dia menambahkan bahwa pengurusannya dalam olahraga tenis didorong oleh kecintaannya terhadap olahraga ini. “Mengurus olahraga bukanlah seperti mengurus partai politik. Ini adalah urusan kolektif dan kolaboratif, bukan hubungan atasan dan bawahan. Saya mengurus tenis lapangan karena dedikasi yang mendalam,” katanya.
Rudy, yang juga menjabat sebagai Pengurus Pusat Pelti Bidang Hubungan Daerah, mengungkapkan bahwa sejumlah even tahunan tetap akan digulirkan pada tahun 2025, termasuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tenis Yunior sebagai persiapan menuju PON XXII 2028. “Kami akan mengikuti jadwal liburan anak sekolah untuk Kejurda Yunior, serta mempersiapkan atlet melalui even Kejuaraan Nasional (Kejurnas) agar mereka dapat berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, Pelti NTT bertekad untuk mencetak atlet-atlet tenis yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional, serta memastikan bahwa NTT dapat menjadi tuan rumah yang sukses untuk PON XXII 2028.






