Kampiunnews | Palembang – Ribuan perempuan dari berbagai penjuru Sumatera Selatan berkumpul dengan penuh semangat dan semarak dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional ke-2, yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2025, Minggu pagi (20/7), di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan.
Mengusung tema “1000 Perempuan Sumsel Berkebaya”, kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Helen Ganefo, yang juga dikenal sebagai tokoh perempuan inspiratif dan penggerak sosial di Sumsel.
Acara ini digelar berkat kolaborasi kuat antara PIM Sumsel bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Palembang, serta dukungan penuh dari berbagai organisasi perempuan dan komunitas, di antaranya: BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita), GOW (Gabungan Organisasi Wanita), KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia), FOKBI (Forum Komunikasi Binaraga Indonesia), Bina Autis Indonesia, Komunitas Kebudayaan Tanjidor, Komunitas Anak dan Budaya Sumsel, Putri Anak Sumsel, Para budayawan, tokoh masyarakat, dan relawan komunitas pendukung lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan penghargaan terhadap busana kebaya sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi momentum untuk menyuarakan perhatian terhadap hak, perlindungan, dan kebahagiaan anak-anak Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.
Suasana acara berlangsung sangat meriah dan penuh kehangatan. Sejak pagi hari, para peserta yang mengenakan kebaya dari berbagai motif dan warna khas daerah memenuhi area Kantor Gubernur. Tidak hanya parade kebaya, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, tari tradisional, musik Tanjidor, serta penampilan dari anak-anak berbakat dan difabel yang menggugah hati.

Dalam sambutannya, Ibu Hj. Helen Ganefo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi semua pihak. “Hari ini kita tidak hanya merayakan keindahan dan kekuatan perempuan dalam balutan kebaya, tetapi juga menegaskan komitmen kita semua untuk memberikan ruang dan cinta bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Perempuan kuat, budaya lestari, dan anak-anak bahagia adalah fondasi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, acara ini juga menghadirkan 26 stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memamerkan produk lokal unggulan mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, batik, kebaya, hingga produk kreatif berbasis budaya lokal. Masyarakat yang hadir turut memberikan dukungan nyata dengan antusias berbelanja di area bazar UMKM.
Ketua Umum PIM sekaligus Ketua Timnas Kebaya Nasional, Lana T. Koentjoro, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini oleh DPD PIM Sumatera Selatan.
Menurutnya, acara ini merupakan refleksi nyata dari kecintaan perempuan Indonesia terhadap budaya dan kesenian bangsa.
“Kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol identitas, harkat, dan martabat perempuan Indonesia. Dengan kebaya, kita bicara tentang warisan leluhur, tentang keanggunan, dan juga tentang keberanian perempuan Indonesia dalam menjaga jati dirinya,” ujar Lana.
Ia juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan semua elemen yang telah bersinergi dalam menjaga semangat pelestarian budaya nasional.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam merawat budaya, sekaligus menyuarakan isu-isu penting sosial seperti perlindungan perempuan dan anak. Kami berharap, kegiatan semacam ini terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, tidak hanya di Sumsel, tetapi juga di seluruh penjuru tanah air,” pungkas Lana Koentjoro.






