Kampiunnews | Jakarta – Perayaan Natal 2024 Perempuan Indonesia Maju (PIM) mengusung tema ‘Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem’, yang mengandung pesan mendalam bagi umat Kristiani. Tema ini mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus bersemangat, memupuk pengharapan baru yang lebih baik, dan hidup dengan kesederhanaan. Dalam konteks ini, Betlehem bukan hanya sekadar lokasi, tetapi simbol dari kelahiran Yesus Kristus yang sederhana namun penuh makna.
Ketua Pelaksana Perayaan Natal PIM 2024, dr. Isabella Koraag, menjelaskan bahwa tema Natal PIM disesuaikan dengan tema Natal Nasional yang dicetuskan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Menurutnya, tema ini sangat penting karena Betlehem melambangkan tempat kelahiran Yesus Kristus yang sederhana dan penuh makna. “Kelahiran Kristus di Betlehem mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati dan kesederhanaan dalam hidup kita sehari-hari,” ungkap dr. Isabella.
Ia juga mengajak seluruh pengurus PIM untuk merefleksikan makna kelahiran Kristus sebagai momentum untuk menyebarkan kasih dan kerendahan hati dalam setiap langkah dan program kerja PIM di tahun 2025. “Nilai-nilai ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung di tengah masyarakat,” tegasnya. Dengan semangat Natal, mari kita bersama-sama mewujudkan visi dan misi PIM yang lebih baik, berlandaskan kasih dan pengabdian kepada sesama.

Tema ‘Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem’ mencerminkan semangat umat manusia untuk mengamalkan ajaran agama mereka. “Ketika umat semakin dekat dengan ajaran agamanya, maka kedamaian dan kerukunan di dunia akan semakin terjaga. Sebaliknya, jika kerukunan antar umat tidak terjaga dengan baik, maka risiko terhadap kerusakan, akan meningkat,” tegas Lana. Ia menambahkan bahwa membangun negeri ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus dan anggota PIM. “Perempuan Indonesia saat ini harus ada di garda terdepan dalam menjaga integritas bangsa ini. Mari kita jadikan kasih Kristus sebagai inspirasi untuk terus berkarya bersama PIM,” ajaknya.
Setelah ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta Bernard Aurelio, acara dilanjutkan dengan Perayaan Natal & Silaturahmi PIM dan Friends. Acara ini dihadiri oleh pengurus DPP PIM serta sejumlah utusan dari PIM daerah, termasuk Bogor Raya, Bekasi, Jambi, dan Jakarta. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai organisasi perempuan, seperti KOWANI, Galang Kemajuan (GK), dan GK Ladies, Nawasena Indonesia Emas.
Salah satu momen yang sangat mengharukan terjadi saat suara adzan menggema. Tanpa perlu ada perintah, MC dengan sigap menghentikan acara untuk memberikan kesempatan kepada pengurus dan tamu undangan untuk melaksanakan sholat Maghrib. “Ini adalah momen terindah, di mana rasa saling menghormati antar umat di PIM sangat terasa,” ujar Sekretaris Umum PIM, Rahajeng Widya. Momen ini menunjukkan bahwa PIM tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi juga menghargai dan mendukung satu sama lain dalam menjalankan keyakinan masing-masing.
Setelah perayaan Natal, PIM melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan kasih kepada masyarakat di sekitar sekretariat DPP PIM di RW 04, Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Acara bakti sosial ini diisi dengan penyerahan bantuan berupa paket bumbu masak Kikkomen untuk 11 RT di lingkungan RW 04 Rawasari. Melalui kegiatan ini, pengurus PIM berupaya untuk memberikan dampak positif sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat, terutama dalam membantu mereka menyambut bulan suci Ramadhan. “Kami memberikan bantuan bumbu masakKikkoman ini dengan harapan bisa membantu ibu-ibu dalam mempersiapkan hidangan selama bulan puasa nanti,” ungkap Lana T. Koentjoro.
Didampingi oleh Sekretaris Umum PIM, Rahajeng Widya, serta sejumlah pengurus lainnya, Lana menyerahkan 500 box bumbu masak Kikkoman kepada warga setempat. Bantuan ini diterima dengan penuh rasa syukur oleh Ketua RW 04 Rawasari, Bapak Sinaga, yang disaksikan oleh 11 Ketua RT dan kader penggerak RW 04 Rawasari. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan semangat berbagi, tetapi juga menegaskan komitmen PIM untuk berkontribusi positif bagi masyarakat, terutama dalam momen-momen penting seperti menyambut bulan Ramadhan. Dengan semangat kebersamaan dan kasih, PIM bertekad untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.






